Rahasia #4 : Energi Antusiasme adalah bahan bakar emosi yang terhebat. Tanpa antusiasme, anda tidak akan meraih apa-apa.

Diposting oleh Unknown di 02.27 0 komentar

Setiap saya melihat MJ bertanding, saya selalu terkesima melihat aksi individualnya di lapangan. Bagaimana tidak, meskipun dia dikelilingi dua sampai tiga pemain lawan, dia selalu berhasil menerobos pertahanan mereka dan masuklah bola tersebut ke keranjang.
Melalui topik kali ini, saya ingin mengajak pembaca menelusuri kisahnya, bagaimana MJ sampai memiliki energi antusias sebesar itu.

Antusiasme yang memancar

MJ memiliki semangat bertanding yang tak pernah padam, itu karena MJ sangat mencintai bola basket dan sangat menikmati permainannya. Sulit untuk dibantah kalau MJ memiliki energi yang luar biasa, tetapi sesungguhnya cintalah yang membuat MJ bermain cemerlang.
Menarik untuk dicatat di sini, bahwa MJ satu-satunya pemain yang memasukkan pasal cinta dalam dirinya. Artinya dia bisa bermain basket di manapun dan kapan pun dia mau, tanpa perlu minta persetujuan dari timnya. MJ hebat bukan hanya karena bakat dan staminanya yang luar biasa, melainkan karena mencintai permainan ini. Cinta itu tak bisa dilatih dan dipalsukan. Semua itu sudah dimiliki MJ sejak lama. MJ selalu bersemangat saat berlatih maupun bertanding, seakan dia tak sabar untuk melakukannya.

Mari kita lihat etos kerja MJ
Saya akan mengajak pembaca pada tahun 1984, sebelum MJ bergabung dengan Chicago Bulls. Sebelum karir puncak kejayaannya dimulai. MJ masuk dalam line up pemain Olimpiade Los Angeles 1984. Saat pembentukan tim, pelatih Bob Knight segera menyadari kemampuan serta semangat luar biasa yang dimiliki MJ. MJ dipilih Bob Knight sebagai contoh bagi pemain lain yang kurang berbakat.
Pada pagi pertandingan perebutan medali emas, Knight telah menyiapkan pidato persiapan yang penuh dengan kata hiperbola. Namun saat memasuki kantornya pagi itu, dia melihat secarik kertas kuning di kursinya. Diatas kertas itu tertulis, ”Pak Pelatih, Jangan cemas. Terlalu banyak kepahitan dan kesedihan yang telah kami telan jika kami kalah sekarang.” dan di akhir surat pendek itu dibubuhi tulisan, tertanda ”Tim”
Knight tahu sesungguhnya Tim itu adalah MJ. Oleh karena itu, Knight tak pernah mengucapkan pidatonya. Dia tak perlu melakukan itu.
Apa yang terjadi? Tim Amerika meninggalkan Spanyol 27 angka di paro pertama. Knight berteriak pada MJ agar timnya tak melakukan tindakan ceroboh di paro kedua. Dengan tersenyum MJ berkata, ”Pak Pelatih, bukankah ada tulisan yang mengakui saya sebagai pemain tercepat yang pernah anda latih?”. ”Ya” kata Knight. ”Lalu apa hubungannya?”
Sambung MJ, ”Pak Pelatih, lihatlah malam ini, saya bermain lebih cepat dari pada yang pernah anda saksikan.”
Artinya MJ telah melakukan yang usaha yang terbaik dalam hidupnya demi kemenangan timnya. MJ tidak ingin penyesalan di belakang hari, karena kurangnya semangat berakibat mala petaka yang harus dibayar sangat mahal.
Setelah bermain di Olimpiade dengan jadwal yang sangat padat, MJ mendaftarkan diri ke Chicago Bulls sebagai pemain baru. Dengan kondisi letih setelah Olimpiade, semua pemain senior Bulls mengira dia pasti lelah dan tak sanggup berlari. Namun dia memulai putaran latihan dengan mengalahkan semua pemain dalam berlari dan melompat. Minggu kedua MJ bahkan berlari lebih cepat dan melompat lebih tinggi. Pertengahan musim, dia telah melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Apa yang dimaksudkan MJ, dia ingin membuktikan kepada semua orang bahwa dia istimewa. Dan itu benar. MJ memang pemain yang sangat istimewa.
Mari kita lihat kembali masa kuliah MJ di North Carolina. Saat itu dia berada di bawah bimbingan Dean Smith, yang selalu memelihara semangat bermain. Dalam bermain, MJ selalu berusaha keras mengejar bola, bergerak menerobos, dan melakukan rebound. Saat berhadapan satu lawan satu, MJ sering menggoda lawan mainnya agar bisa melakukan dunk. Setelah itu, MJ menuliskan nama-nama mereka di papan tulis, disertai angka romawi di sebelah kanannya. Dan MJ selalu unggul dalam perolehan poin tsb. Tidak ada niat khusus dari semua itu. Itu hanyalah cara MJ menyalurkan energinya pada permainan ini.
Ada satu survey yang dilakukan sebuah majalah bisnis di Amerika, kepada 241 eksekutif tentang hal-hal yang paling menentukan kesuksesan dalam kerja. Hasilnya, lebih dari 80 persen memilih ’antusiasme’, 63 persen memilih kemampuan dalam kerja.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya, arti semangat antusiasme dalam hidup kita. Semangat dan antuiasme MJ dalam mengejar bola dan berlatih, membuat dia dicintai rekan-rekan setimnya yang tidak dianugerahi bakat sehebat MJ.
Apa kata George Lucas tentang antusiasme:
Anda harus menemukan sesuatu yang anda cintai sepenuh hati. Sesuatu yang membuat anda berani mengambil resiko dan sanggup menghadapi segala tantangan yang menghadang. Jika anda tidak menemukan spirit itu pada pekerjaan anda, anda pasti gampang menyerah ketika menghadapi kesulitan besar yang pertama muncul.
Refleksi untuk topik ini:
Antusiasme itu menular. Jika kita memancarkan antusiasme dalam rapat, presentasi, atau dalam kesempatan apapun, antusiasme itu akan menyebar ke sekeliling kita. ”Apakah saya sudah menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi dalam pekerjaan, kehidupan sosial dan bisnis saya?”

Baca Selengkapnya...

Rahasia #7: Ketekunan bukanlah satu perjuangan panjang, melainkan banyak perjuangan pendek yang berturut-turut

Diposting oleh Unknown di 02.27 0 komentar

Saat saya mengetik artikel ini, saya baru saja menonton kembali film pertandingan MJ dalam DVD ”His Airness”.

Melihat MJ beraksi di lapangan, membuat aliran adrenalin dalam tubuh saya berdesir kuat. Walaupun saya sudah sering nonton DVD tsb, saya tetap tidak bisa menyembunyikan kekaguman saya. Dan saya pun bisa merasakan hawa energi MJ sekarang menjalar dalam diri saya. Pantas sampai saat ini belum ada pemain yang bisa menyamai kehebatan dia di lapangan. Apalagi menyamai prestasinya dengan 6 gelar juara NBA, 5 kali MVP, ditambah 2 kali medali emas olimpiade. MJ memang pemain sekaligus inspirator dan pemimpin tim yang pantas disegani rekan dan lawan-lawannya di NBA.

Berikut saya akan cerita kelanjutan dari seri kemarin, bagaimana cara MJ bersama Bulls mempertahankan gelarnya. Saya ingin menghadirkan kembali suasana MJ di lapangan. Mudah-mudahan Rekan-rekan milis bisa merasakan semangat dan energi MJ yang selalu terpancar jika dia bertanding di lapangan.


Kisah Kelanjutan MJ mempertahankan gelar

Musim 1992 baru saja dimulai, rasa dahaga MJ akan kemenangan sama sekali belum terpuaskan. Kalau melihat semangat MJ saat itu, mungkin seperti berada di puncak. Setelah mendaki puncak NBA, MJ bersikeras untuk tetap berada di puncak juara. MJ mengambil tanggung jawab dan komitmen untuk selalu memenangkan setiap pertandingan. MJ selalu menjadi andalan rekan timnya, kapanpun menjadi penentu, MJ siap melakukannya.

MJ membawa Chicago menuju puncak terbaiknya dan juga menambah daftar dari keberhasilan pribadinya. 1992, Bulls mempertahankan gelarnya, MJ berada dalam puncak penampilannya, Dan mengalahkan Miami Heat dengan mudah.

Walau lawan bermain keras, MJ tetap tidak terpengaruh. Penampilan dramatis MJ ada di babak final dalam pertarungan melawan Portland Trail Blazers. Lagi-lagi MJ bermain sangat spektakuler dengan tembakannya 3 angka. Semua penonton seperti tidak mempercayai hal ini. Ini merupakan penampilan terhebat dalam sejarah NBA. Dengan ledakan serangannya, MJ mendorong Bulls ke gelar kedua secara berturut-turut.

Tahun 1992 MJ masuk The Dream Team kontingen Amerika dalam Olimpiade. Dan seperti kita tahu, MJ mengoleksi gelar medali emas keduanya dari olimpiade.

Kita
pasti setuju bahwa prestasi fenomenal MJ tidak diperoleh dalam sekali dua kali latihan. MJ juga sering gagal dalam kariernya. Namun, menurut saya, justru itulah yang menjadikan dia legenda hingga saat ini. Karena, ia tak pernah menyerah pada keterbatasan. Dan bahkan, ia mampu mengubahnya menjadi sebuah kekuatan. Keyakinan, kerja keras, dan ketekunan adalah contoh nyata dari seorang Michael Jordan yang patut kita contoh untuk mencapai sukses sebenarnya.

Kisah dibalik kegigihan dan daya tahan fisik MJ

Salah satu kekuatan istimewa MJ adalah kemampuannya untuk terus bermain meskipun tengah kesakitan. MJ akan melupakan rasa sakitnya akibat mata kaki yang terkilir atau cedera kaki. Namun MJ tak mau kehilangan satu pertandingan pun. Kebanyakan pemain akan beristirahat selama dua minggu, tetapi MJ tidak. Fokus kekuatan mentalnya luar biasa.

Pernah suatu hari, MJ menderita kejang urat punggung yang sangat parah hingga para rekan timnya harus memapahnya saat keluar dari bus tim. Tapi malam itu MJ bertanding dan mencetak 40 point. Sungguh daya tahan dan mental yang luar biasa.

Cerita tentang kegigihan dan daya tahan MJ, mengingatkan saya pada pertandingan babak final NBA 1997. MJ saat itu dalam kondisi melawan penyakit flu berat hingga harus diberi cairan ke pembuluh darahnya. Mukanya begitu pucat, hingga sebagian orang benar-benar mencemaskan kondisi MJ. Menurut kaca mata medis, pemain seperti MJ yang terlihat kesakitan dan tak berdaya, tidak akan diijinkan bermain.

Melihat kondisi MJ yang mengenaskan, salah satu wartawan New York Times, Mike Wise, ditepi lapangan berbisik kepada wartawan Washington Pos, Michael Wilbon, ”Kini kisah MJ sudah berakhir!”. Dan untuk mengejar deadline, dia pun menuliskan laporan pertandingan seakan-akan Utah Jazz telah memenangkan pertandingan. Namun sementara dia menulis, MJ bangkit dari kemalangan, memutar balik alur cerita si wartawan tadi. MJ berperang melawan rasa sakitnya, dan memenangkan pertandingan.

It’s amazing! Sulit untuk dipercaya! Mike Wise, sang wartawan terbelalak.... dan heran bukan main, melihat MJ bangkit dan berhasil menuntaskan pertandingan. Demikian juga para supporter Chicago Bulls sempat terhenyak .... dan dibuat kaget dengan aksi individu MJ yang brilian. Sementara pendukung Utah Jazz .... terperangah melihat tim kesayangannya kalah begitu saja. Mike Wise pun mengabadikan momen tsb dengan menuliskan, ”INILAH CONTOH KEGIGIHAN SEJATI!”

MJ juga pernah bermain dengan tulang pipi patah, dengan darah merembes ke lubang sinusnya. Namun MJ tak pernah absen dalam pertandingan. Bahkan MJ tak pernah absen dalam berlatih. Sungguh satu hal yang sangat sulit dipercaya.

Bagaimana MJ dapat membalikkan situasi seperti itu?
Orang mungkin hanya melihat gemerlap dan kemewahan kehidupan MJ, tetapi mereka tidak melihat kerja keras, persiapan dan rasa sakit yang telah dilaluinya hingga menjadi juara.
Namun semua kegigihan dan daya tahan yang diperagakan MJ, telah dibangun lama sebelumnya, hasil dari berlatih dan mengasah kemampuan selama bertahun-tahun. Dan akhirnya terbentuklah sebuah dinding daya tahan dan kegigihan yang sulit untuk dirobohkan.

Bagaimana nasehat MJ tentang ketekunan dan kegigihan?
MJ memberi nasehat dengan bahasa yang cukup puitis: Ambil langkah kecil. Jangan sampai tersandung. Setiap langkah seperti potongan teka-teki. Apabila disatukan, akan terbentuk sebuah gambar. Apabila gambar itu telah lengkap, berarti anda telah mencapai tujuan utama Anda, selangkah demi selangkah. Saya rasa, hanya dengan begitu kita bisa mencapai sesuatu yang kita inginkan.

"Tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat menggantikan ketekunan dan keteguhan hati.
Bakat pun tidak, betapa orang berbakat yang tidak sukses. Pendidikan pun tidak, dunia ini penuh dengan pengangguran intelektual. Yang penting adalah ketekunan dan keteguhan hati. Itulah kunci sukses." (Calvin Coolidge)

Baca Selengkapnya...

Rahasia #10 : "Saya dapat menerima kegagalan, tapi saya tidak dapat menerima jika saya belum mencoba"

Diposting oleh Unknown di 02.23 0 komentar

Di balik prestasi MJ yang luar biasa, terdapat serangkaian prinsip yang mendasari keseluruhan hidupnya. MJ menunjukkan bagaimana cara menetapkan tujuan dan mengatasi penghalang

Prinsip hidupnya: “Selangkah demi selangkah, hanya itu, saya tidak melihat cara lain untuk mencapai keberhasilan.”

Michael Jordan memimpin Chicago Bulls selama tiga kali NBA Championship berturut-turut sebelum akhirnya pensiun sebagai pemain basket professional. Buku otobiografinya, Rare Air : Michael on Michael terbitan Collins San Fransisco, 1993 pernah menjadi New York Times bestseller No. 1.

Berita Mengejutkan!

Berita mengejutkan terjadi pada musim panas 1993, ayahanda MJ, James Jordan, menepikan mobilnya ke tempat peristirahatan dekat Lumberton, North Carolina untuk beristirahat sejenak. Tiba-tiba dua orang pemuda menghapirinya, menembaknya dan mencuri mobilnya.

Kejadian tersebut membuat MJ sangat memukul. Hanya dalam waktu sekejap, MJ harus kehilangan seorang ayah yang sangat berarti bagi dirinya. Di upacara pemakaman ayahnya, MJ meminta mereka yang hadir, selama 20 menit mengenang hal-hal yang positip dari ayahnya. Tanpa perlu menyinggung penyebab kematiannya.

Berita yang Menghebohkan: MJ Mengundurkan diri
Sejak kematian ayahnya, MJ sudah mulai merenungi hidupnya. Sej
auh ini MJ sudah memenangi gelar juara NBA tiga kali berturut-turut. Dan MJ telah mencapai hampir semua cita-citanya di bola basket. Sejak dulu MJ selalu terpaku oleh tantangan, oleh sindiran bahwa dia tidak bisa memperoleh apa-apa. Namun sekarang, tidak ada yang bisa meremehkannya.

Di tahun 1994 dalam sebuah konferensi pers, MJ mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi dari hingar bingar NBA. Berita yang sangat menghebohkan saat itu. Sulit untuk dipercaya, seorang pemain bintang yang sedang berada di puncak keemasannya setelah berhasil mencapai 3 gelar juara NBA secara berturut-turut, tiba-tiba mengundurkan diri.

Sungguh mengagumkan keputusan MJ ini. Seorang pemain yang tengah berada di puncak ketenaran, seorang pria yang bangga pada dirinya, bisa dibilang tiada bandingannya.

Kontan saja peristiwa ini, menjadi berita nasional dan menjadi headline di berbagai surat kabar, diantaranya Success Journal, National News, CNN, CBS, dan sejumlah media televisi.

Kegagalan Total di Olah raga Bisbol
Apa yang dilakukan MJ setelah resmi mengundurkan diri dari NBA? Dia memberi isyarat menerjuni olahraga bisbol, impian masa kecilnya. Olahraga yang diyakini ayahnya sebagai olah raga terbaik untuk MJ. Musim panas tahun itu, MJ meminta pelatih pribadinya untuk mempersiapkan fisiknya untuk terjun ke bisbol.

Sungguh mengagumkan keputusan MJ. Seorang pemain mega bintang, meninggalkan satu bidang olahraga demi menerjuni bidang lain, mulai dari bawah, serta mengambil resiko gagal.

Bisbol tampaknya menjadi kegagalan bagi diri MJ. MJ tidak pernah bisa melewati tingkat Double-A di Chicago White Sox. Inilah atlet yang selalu memenangi setiap pertandingan, tengah berada di puncak ketenaran. Bahkan seorang atlit yang baru saja merebut tiga gelar kejuaraan NBA, namun mengalami kegagalan total di bidang olah raga yang lain.

Namun apa yang dikatakan oleh MJ tentang kegagalannya di olah raga bisbol:

"Saya dapat menerima kegagalan, tapi saya tidak dapat menerima jika saya belum mencoba".
“I can accept failure. Everyone fails at something. But I can’t accept not trying.”

Point Penting untuk topik ini:

Boleh Gagal, tapi Jangan Takut Mencoba adalah kredo pribadi Michael Jordan dan merupakan pesan yang amat berharga bagi kita semua di sekolah, di rumah, di tempat kerja, atau di dalam dunia bisnis yang bergerak untuk meraih tujuan dan mewujudkan impian. Dengan ungkapannya yang penuh inspirasi, Michael Jordan, atlit paling menakjubkan era saat ini, berbagi prinsip hidup untuk membangun keberhasilan.

Baca Selengkapnya...

Rahasia #8 : Kita semua bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri

Diposting oleh Unknown di 02.22 1 komentar

Lanjutan kesuksesan kisah MJ
Saat musim 1993 dimulai. MJ semakin menambahkan kehebatan dirinya. Seluruh musim sepertinya menjadi penampilan terbaik MJ. Musim ’93 memberikan MJ lawan main yang menarik yaitu Phoenix Suns. Bahkan kehebatannya mengagumkan, dengan mencetak 55 point di pertandingan ke empat. MJ melakukan apapun yang dia harus lakukan untuk mengalahkan lawannya.

MJ merasa telah mencapai puncak karirnya. Untuk saat ini, MJ memantapkan statusnya sebagai pemain terhebat NBA. MJ telah melakukan yang tidak bisa dilakukan oleh Larry Bird dan Magic Johnson. Dengan 3 gelar beruntun di NBA. Itu hanya bisa dicapai tim Celtics di era ‘60an.

Sisi lain cerita MJ bergabung Chicago Bulls
Cerita flashback saat awal MJ direkrut oleh salah satu waralaba papan bawah NBA.
Saat MJ bergabung, Chicago Bulls masih menjadi tim yg selalu ditertawakan. Tim pecundang yang bermain di stadion bobrok dan tak memiliki tradisi untuk menang. MJ bisa saja menandatangani kontrak jangka pendek dan meninggalkan Chicago, sementara timnya terus berjuang. Sebaliknya, MJ malah mengangkat timnya Chicago Bulls ke ketinggian yang tak tertandingi. Dia mengubah segalanya. Sehingga, membuat Bulls menjadi waralaba paling terhormat di NBA. Bahkan MJ juga turut mengembangkan para rekan-rekan setimnya menjadi pemain kebanggaan.

MJ menganggap bukti tanggung jawab setelah menandatangai kontrak adalah mengubah tim dan menjadikannya sebagai tim pemenang, menjadikannya sebagai juara. MJ menganggap itu suatu kewajiban, dan kewajiban itu harus dijunjung tinggi. Sayangnya dewasa ini tak banyak pemain NBA yang merasa seperti itu.

Itu pula alasan MJ tak pernah meninggalkan Bulls untuk bermain dengan tim lain saat tim itu berusaha meraih predikat juara. Bahkan walaupun saat hubungan MJ dengan pihak managemen tim memburuk, MJ tetap memegang tanggung jawab tersebut.

Belajar tentang Tanggung jawab dari MJ:
1. Tanggung jawab MJ dalam pertandingan

Bagaimana MJ memikul tanggung jawab di dalam timnya? Saya membawa rekan-rekan ke pertandingan keenam putaran final melawan Utah Jazz pada 1998. Saat itu adalah detik-detik menakjubkan MJ, ke tembakan terakhirnya di menit-menit akhir pertandingan. MJ menanggung beban sebuah pertandingan, dan sebuah waralaba. Semua penonton bertanya-tanya siapa yang menjadi penentu tembakan di akhir pertandingan. Namun tanpa dikomando, semua mata saat itu tertuju pada sosok MJ yang dianggap bersedia memikul tanggung jawab jika Bulls mengalami kekalahan. Dan sering kali MJ-lah sebagai penentu kemenangan Chicago Bulls di saat-saat kritis. Tapi tidak jarang juga Bulls mengalami kekalahan, oleh karena tembakan MJ yang tidak tepat sasaran.

Apa komentar MJ menerima tekanan berat itu?
”Kemenangan Bulls bergantung pada setiap pemain, tetapi lebih dari semua itu, saya bergantung pada diri saya sendiri melalui kemampuan yang sudah saya latih ribuan kali. Meskipun begitu, jika saya harus kalah, saya ingin kalah sambil berupaya menembak.”

2. Tanggung jawab dalam bersikap & berkata-kata
Sebagai orang yang selalu menjadi pusat perhatian, ada tanggung jawab yang harus diemban. Dia harus menjaga mulut, mengendalikan kata-kata dan tindakan. Ini dilakukan MJ dengan sangat hati-hati. Mj tak pernah membiarkan dirinya keseleo lidah atau membiarkan rasa marah atau frustasi menguasai dirinya.


3. Mau mengakui setiap kesalahan

Phil Jackson mengungkapkan, ”Jika saya mengatakan kepada Michael, kamu melakukan tembakan buruk. Dia akan menjawab ya dan tidak membantah.” MJ juga bisa melakukan tembakan lalu dia berkata, ”Saya keliru, mungkin seharusnya saya tidak menembak tadi.”
Demikian juga yang pernah diungkapkan oleh LaSalle Thompson, mantan pemain NBA, waktu itu bermain untuk Sacramento. Dia memblok tembakan MJ saat pertandingan tinggal 8 detik, mengakibatkan kekalahan Chicago Bulls. Setelah pertandingan usai, MJ berkata kepada para wartawan bahwa dia tidak mempunyai alasan mengapa dia kalah. Katanya, ”kami gagal, saya telah melakukan kesalahan.”

Refleksi dari topik ini:
Jadi apa tanggung jawab kita dalam kehidupan sehari-hari? Kita bertanggung jawab atas perbuatan kita, atas perkataan kita, atas cara kita membawa diri, atas cara kita menghabiskan waktu, atas cara kita berpikir, bertindak dan berhubungan dengan orang lain.

Kita tidak menghadapi tekanan publik seperti MJ, tetapi tak ada alasan mengapa kita tidak meniru sikap yang ditunjukkan oleh MJ. Kata-kata menunjukkan siapa diri kita. Ada kalanya kita tidak bisa menahan diri. Namun yang bisa kita lakukan adalah berusaha agar itu tidak sering terjadi dan mengendalikan sikap kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Inilah tanggung jawab kita.

Oprah Winfrey mengungkapkannya dengan tepat, “Kita semua bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri, tak ada orang lain yang bisa melakukannya.”


Baca Selengkapnya...

Rahasia #9 : Halangan dan tantangan tidak boleh menghentikan langkah anda.

Diposting oleh Unknown di 02.22 0 komentar

Apa yang diperagakan MJ selama dalam karirnya adalah, dia tipe orang yang tidak mudah untuk menyerah pada keadaan.

Kisah MJ dalam menghadapi tantangan
Kisah ini terjadi pada pertandingan Washington Bullets melawan Chicago Bulls di 1993. Smith seorang pemain Bullets berhasil mengumpulkan 37 angka malam itu. Smith mengguman di depan MJ dengan wajah jenaka, “Permainan yang mengesankan.” MJ menjadi marah. Dia tidak berkata satu patah kata pun dalam perjalanan menuju Washington , tempat Bulls harus bertanding satu kali lagi melawan Bullets.
Dia tidak makan. Dia tidak minum BJ. Amstrong mendekatinya untuk menenangkan MJ. MJ berkata, ”Jangan tersinggung, tetapi besok saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan.”

Dalam pertandingan selanjutnya, setengah babak pertama, MJ hampir menyamai total nilai yang dikumpulkan Smith pada permainan sebelumnya. Selama permainan dia tidak pernah melepaskan Smith. Itulah gaya khas MJ dalam menghadapi tantangan.

Beberapa cerita MJ tentang halangan dan tantangan.
* Ketika Bulls ketinggalan 16 angka oleh Vancouver di quarter ke empat, MJ mencetak 18 angka berturut-turut untuk memenangi pertandingan tersebut. Setelah usai pertandingan seluruh pemain Bulls berlari ke lorong menuju ruang ganti sambil menyanyikan jingle iklan Gatorade, ”....Like Mike!
If we could be like Mike!...” Seperti Mike! Anda saja saya bisa seperti Mike!

* Pada pertandingan di Orlando tahun 1991, pelatih Tim Orlando Magic, Goukas melakukan penggandaan penjagaan untuk MJ, sehingga hanya Horace Grant dan Scottie Pippen yang berjuang keras menekan tim Magic. Delapan hari kemudian, Magic melakukan perjalanan ke Chicago , namun sang pelatih menolak melipatgandakan penjagaan untuk MJ. Saat itu MJ mencetak 64 angka. Dan selama permainan itu MJ memasang wajah kecewa ketika melewati Goukas, seakan-akan menyayangkan mengapa dirinya tidak dijaga begitu ketat.

* Lain lagi dengan pertandingan final di Chicago, antara Bulls melawan Hawks. Waktu yang tersisa hanya dua puluh detik dan Steve Kerr memegang bola untuk Chicago . Dia pun mulai bergerak maju menuju keranjang, dan MJ tahu bahwa gerakan Steve tidak akan berhasil. MJ lalu meminta waktu time out (istirahat jeda). Sehingga sekarang, bola tersebut beralih ke tangan MJ. Dan dengan gerakan pasti MJ berhasil memasukkan bola dan memenangi pertandingan tersebut.

* Kejadian berikut pada pertandingan final tahun 1989 Knicks melawan Bulls. Dan Bulls unggul terhadap Knicks dengan skor 3-2. Mendekati akhir pertandingan, pelatih Knicks meminta waktu istirahat. Sang pelatih mengatakan, “apapun yang kita lakukan, kita tidak akan membiarkan Michael Jordan mengalahkan kita. Jangan biarkan dia menangkap bola. Saya ingin dua dari kalian menghadangnya dan jika dia berhasil mendapatkan bola, segera jaga dia dengan ketat.”

Namun apa yang terjadi?
MJ melawan pertahanan mereka. MJ mendapatkan bola. MJ menggiring bola melalui jebakan, ditabrak, memasukkan bola melalui lemparan bebas. Hingga akhirnya MJ memenangi pertandingan tersebut.

Bagaimana cara MJ mengatasi kendala dan halangan. Berikut cerita MJ:
”Pada waktu itu kaki saya terkilir, seluruh kaki saya membengkak. Kejadian ini terjadi dalam sebuah pertandingan penentuan. Saya balut kaki saya dengan kencang, dan juga tali sepatu saya, dan saya tetap bermain. Dalam perjalanan pulang ke rumah, saya mengompresnya dengan es. Keesokan harinya saya kompres lagi seluruh kaki dengan es. Namun apa yang terjadi? Malam itu saya berhasil mencetak 64 angka melawan Orlando. Semuanya itu hanyalah permainan pikiran. Saya tahu hal ini bisa diajarkan, karena semuanya datang dari dalam diri kita. Saya berharap bahwa semua orang yang mendengarkan cerita saya, dapat melihat ke dalam diri mereka dan berusaha lebih keras lagi.”

MJ punya semboyan bermain untuk menang. Keinginan kuat ini cukup untuk membuat MJ melupakan rasa sakit dan nyeri. Untuk mengubah faktor-faktor yang melemahkan menjadi kekuatan untuk mencapai hasil maksimalnya.

Dia juga pernah mengalami luka di lututnya, sehingga ditutupi luka itu dengan kain bantalan kecil. Teman-temannya tidak ada yang tahu kalau MJ terluka kakinya. Keesokan harinya, MJ tetap bertanding dengan kaki yang masih terbalut, kaki yang sakit dan lutut yang nyeri dan menjadi penentu pertandingan. Sungguh... ambang rasa sakitnya sungguh luar biasa. Jauh diluar jangkauan pemain lainnya.

Sulit untuk tidak menempatkan MJ di posisi yang lebih tinggi. Jarang sekali, olah raga dikaruniai seorang pemain sejati seperti MJ. Seseorang yang tujuannya hanya satu, yaitu kemenangan bagi dirinya dan tim yang diperjuangkannya.

Pelajaran untuk topik ini:
Selalu ada jalan keluar untuk suatu masalah yang kita hadapi.
Halangan dan tantangan tidak boleh menghentikan langkah anda. Jika dinding merintangi, jangan berbalik untuk menyerah. Carilah segala cara untuk memanjatnya, menembusnya atau mengitarinya.

Mungkin bagi sebagian orang, persaingan itu terlalu berat, tetapi dalam suatu bisnis, ini justru merupakan hal yang terbaik. Mengapa? Karena persaingan memastikan agar setiap pihak yang terlibat akan berupaya untuk menjadi yang terbaik. (Andrew Carnegie)

Baca Selengkapnya...

Rahasia #11: Pemenang selalu menganggap dirinya menang ketika pertandingan belum dimulai.

Diposting oleh Unknown di 02.14 0 komentar

Setelah kematian ayahnya, MJ menerjuni olahraga bisbol selama 18 bulan. Menurutnya, permainan bisbol lebih dari pengalihan perhatian dari hingar bingar bola basket. Ini menjadi sebuah perjalanan emosional, saat-saat dimana MJ merasa bisa berdamai dengan dirinya.

Kesan apa yang diperoleh MJ melalui bisbol:
“Bisbol memberiku kesempatan mengunjungi lagi semua kenangan yang aku alami bersama ayahku. Saat aku memikirkannya, dia seperti ada di sini, semua yang dia ajarkan kepadaku sangat jelas di depan mata.” Saya rasa perlu waktu untuk memahami ini semua. Dan setelah aku mengerti, aku bisa menerimanya dan melanjutkan hidup. Jadi itu merupakan pengalaman terapi bagi diriku.”

MJ kembali ke Pentas NBA
Kejadian Mengejutkan kembali terjadi di bulan Maret 1995. MJ meninggalkan olah raga bisbol yang telah ditekuninya selama 18 bulan dan kembali ke Chicago Bulls. MJ hanya berkata, “Aku kembali” dan dunia NBA yang mendengarnya menjadi ‘terbakar’.

Ini bisa dimaklumi, karena sepeninggal MJ mengundurkan diri, pentas NBA mulai meredup, keriuhan dan keceriaan berkurang. Hal ini juga berpengaruh pada hasil penjualan tiket, pemasukan iklan dan bisnis waralaba bola basket.

Kembalinya MJ, telah memenuhi rasa dahaga para pecinta NBA akan pertunjukkan yang mengagumkan. Hingga Presiden Amerika saat itu, Bill Clinton ikut menyambut hangat kembalinya MJ dalam pentas NBA.

Dalam wawancara konferensi pers, MJ berkata
:
Sebelumnya aku tak pernah berpikir, aku akan kembali bermain bola basket. Aku tak pernah menduga perasaan itu muncul kembali. Tapi yang mendorongku kembali adalah rasa cintaku pada bola basket.

Namun belakangan MJ mengaku, MJ memutuskan kembali bertanding gara-gara pada saat itu anaknya mulai mengidolakan pemain Orlando Magic, Shaquille O’Neal. MJ tidak suka hal itu, MJ tidak bisa menerima anaknya mengidolakan orang lain. MJ pun berkata kepada kedua anaknya, “Papamu bisa lebih baik. Papamu akan kembali dan mampu mengambil lagi gelar juara.” (Inilah mental yang ditunjukkan oleh seorang pemenang sejati, bahkan sebelum dirinya kembali ke NBA).

Akhirnya MJ yang saat itu berumur 32 tahun, setelah 18 bulan pensiun, mencoba mengejar impian yang belum pernah terjadi dalam sejarah olahraga basket. Dan kembalinya MJ memicu rasa keajaiban. MJ bermain lebih dahsyat lagi, dan mencetak 55 angka, merupakan point tertinggi musim itu di NBA. MJ sepertinya telah kembali ke perannya di dalam tim sebagai penyelamat.

Apa komentar MJ setelah kembali ke NBA?

Kalo anda sudah memutuskan menang, anda sebenarnya sudah menang 90%. Karena anda hanya berkompetisi dengan orang-orang yang ingin menang saja. Sebelum menggunakan strategi, anda harus memutuskan untuk menang, bahkan sebelum pertandingan.

Baca Selengkapnya...

Rahasia #2: Kata MJ tentang FOCUS.

Diposting oleh Unknown di 02.13 0 komentar

Pusatkan semua pikiran pada tugas yang tengah engkau emban. Sinar matahari tidak akan dapat membakar sesuatu kalau tidak difokuskan melalui kaca pembesar. (Alexander Graham Bell)

Awal karir MJ di bola basket telah menjadi anekdot berharga bagi murid SMA di semua penjuru dunia. Mengapa tidak? Itu rintangan pertama yang harus dihadapi MJ. Sewaktu ia tersisih dari tim basket utama di sekolahnya ketika masih kelas 1 SMA. MJ Melawatinya dengan berfokus untuk masuk tim tahun depan. MJ mengatasinya dengan memvisualisasikan dan menolak untuk gagal mencapai tujuannya.

Tentang fokus yang dimiliki oleh MJ, salah seorang rekan teamnya, BJ Armstrong memberi komentar, ”Satu hal penting yang menjadikan MJ seperti sekarang ini, adalah kemampuannya berfokus. Kemampuannya untuk berkonsentrasi penuh. Kemampuannya untuk menyingkirkan segala hal, selain yang dia lakukan saat itu.”

Bagaimana cara MJ agar bisa mencetak angka diatas 30 setiap pertandingan? MJ memilih berfokus dalam 8 angka per quarter (perempat putaran). Hanya ini yang ingin dicapai MJ. Selama tujuh musim berturut-turut, rata-rata angka yang dicetak MJ sangat konsisten. MJ mencetak mendekati atau lebih dari 32 angka di setiap pertandingan. Namun MJ tak pernah memikirkan 32 angka sebagai 32. MJ memikirkan 32 angka sebagai delapan angka per quarter. Dan delapan angka per quarter adalah angka yang mudah dicapai, hanya 4 bola dalam 12 menit, yang mudah dicapainya setiap malam.

Kisah Kekuatan Fokus MJ
Saat itu pertandingan berlangsung antara Bulls melawan Cavaliers, 17 Mei 1993 di Ohio. Kedudukan saat ini seri. Waktu tinggal 18 detik. Berikut penuturan Jordan, ”Para penggemar berteriak mengejekku. Mereka semua membenciku. Pikir mereke, ”Dia tak boleh mengalahkan kita lagi.”. Ada seorang penggemar di bawah ring yang benar-benar kasar, tetapi itu justru membantuku berkonsentrasi, karena kau tahu ’khan Tuhan tidak suka orang yang berlaku kasar.’

MJ menyusup masuk melewati foul line (garis tembakan bebas), dan melakukan jump shot (tembakan melompat). Tim Bulls menang 103-101. Sekali lagi, gedung itu mendadak sunyi. Ini bukan kali pertama MJ menghadapi keriuhan penonton lawan dengan ketenangan luar biasa. Dan itu tak akan menjadi yang terakhir.

MJ tak akan bisa mentoleransi kehilangan konsentrasi, karena MJ akan mengetahui akibat, bahkan bahaya dari terpecahnya fokus.

Selama masa karir MJ, presentase keberhasilan menembakkan bola dari foul line mencapai 84 persen. Sebelum setiap tembakan dia selalu memutar bola di tangannya. Lalu, mendribel bola sampai dia merasa nyaman, sebanyak 3 sampai 4 kali. Lalu dia memutar bola lagi, baru kemudian melepaskan tembakan. ”Saat saya menembak itu, saya tak melihat siapapun”, akunya.

Jadi bagaimana caranya agar kita bisa memperoleh fokus yang tinggi? Sebenarnya, fokus dimulai dari kesadaran. Kesadaran atas tempat di mana kita berada. Kesadaran atas apa yang bisa kita kendalikan saat ini. Semua bisa dimulai sejak hari ini.

Jika ditarik benang merah dalam karir MJ yang fenomenal, MJ melakukan apa saja yang dia inginkan kapan pun dia inginkan, tanpa peduli persepsi publik. Dia hidup dalam dirinya sendiri, melaju menghadapi tantangan yang dipilihnya sendiri, dan terus berusaha hidup maksimal mungkin untuk hari ini.

Kunci fokus MJ seperti yang diceritakan sahabatnya, BJ. Amstrong, ”MJ mengajari saya untuk hidup saat ini. Dia tak pernah membicarakan masa depan yang jauh. Jika saat ini tengah berlangsung quarter kedua di Miami, MJ akan berkonsentrasi pada saat itu. Dia selalu berpikir dan bertindak untuk saat ini. Pertandingan minggu depan akan berlangsung dengan sendirinya.

Winston Churchill yakin bahwa kunci sukses adalah tegar menghadapi kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat. Dan ini adalah langkah pertama untuk menajamkan fokus kita, untuk membuat hari ini sangat berarti. Itulah sebabnya kaca depan mobil kita sepuluh kali lebih besar dari pada kaca spion.

Katakan dalam hati anda, bahwa hari ini adalah hari terbaik tahun ini, Selesaikan hari ini, lalu lupakan. Anda telah berusaha sekuat tenaga. Pasti banyak kesulitan mengintai. Lupakan semua itu secepat mungkin, besok adalah hari yang baru.

Kata MJ, ”Entah apa yang akan saya lakukan besok, saya memikirkan untuk hari ini. Orang tidak percaya apabila saya mengaku tidak tahu apa yang akan terjadi minggu depan, bulan depan atau tahun depan, tetapi saya benar-benar hidup untuk saat ini.

MJ berbicara demikian tentu dalam konteks di NBA. Seperti kita tahu jadwal pertandingan di NBA sangat padat. Sehingga jika seorang pemain lengah sedikit saja, dia akan berpotensi kehilangan fokus dalam pertandingan yang dihadapinya. Dan berakibat bisa membawa kekecewaan dan kekalahan timnya.

Tentu saja, lebih mudah apabila kita membuat daftar goal dan tujuan dan menyesuaikannya agar dapat memaksimalkan masa kini dan menjamin masa depan. Itu sebabnya Walt Disney memiliki rencana induk 50 tahun.

Saran MJ tentang Topik ini:
”Kakek saya selalu berkata, ”Berpikirlah sebelum bertindak dan kendalikan dirimu. Saya selalu mengingat perkataan beliau. Apabila kita tahu kita telah melakukan yang terbaik, kita akan merasa santai dan merasakan kebanggaan. Selain itu kita tak bisa melakukan selebihnya. Semua itu diluar kendali kita, jadi jangan dicemaskan. Kecemasan akan hasil hanya akan mengaburkan fokus, akhirnya juga impian anda.”

Baca Selengkapnya...
PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner