Rahasia #18 : Sembilan puluh persen kepemimpinan merupakan kemampuan untuk mengkomunikasikan sesuatu yang diinginkan oleh orang lain

Diposting oleh Unknown di 02.06 0 komentar

Cerita Bulls melawan Atlanta

Pada pertandingan play off, Bulls berimbang kedudukannya dengan Atlanta setelah dua pertandingan. Apa yang terjadi setelah Bulls kalah pada pertandingan kedua?

MJ sang komunikator, menunjukkan kekuatannya, MJ menatap wajah setiap orang. Pesannya sederhana dan langsung. MJ berkata tegas, ”Peristiwa ini tidak akan pernah terjadi lagi. Kita harus MENANG!.” Dan semua orang mendengarkan, meresapi apa yang dikatakannya

Ini saya sebut sebagai ”Semangat yang berapi-api”, atau semangat yang tak pernah padam. Inilah bentuk kualitas utama seorang kemunikator yang efektif. Dan memang benar. Bulls memenangi seri pertandingan itu.

MJ seorang pemimpin yang memberi inspirasi. Ini sesuai seperti apa yang dikatakan oleh seorang entrepeneur dunia, Robert Mondavi, ”Pemimpin besar tidaklah berkuasa. Pemimpin besar memberi inspirasi.”

Pertandingan terjadi antara Orlando Magic dengan Bulls di tahun 1996 di babak play-off enam pertandingan. Di pertandingan ke satu, Bulls memenangi pertandingan. Tetapi di pertandingan kedua, ganti Bulls mengalami kekalahan angka di babak pertama. Saat turun minum, terlihat ketakutan dan keraguan di wajah pemain Bulls. Lalu MJ berdiri dan berkata, ”Percayalah kepada saya. Ikuti komando saya, lakukan tugas kalian yang terbaik. Selebihnya, saya yang akan mengurus.” Para pemain merinding mendengarnya. Dan sekali lagi benar, Bulls memenangi pertandingan itu dan menyapu bersih seri pertandingan itu. Inilah sikap seorang pemimpin yang penuh optimisme.

Apa komentar Phil Jackson:
Seorang komunikator harus menjadi pendengar yang penuh perhatian. Dengarlah tanpa menilai, apapun taruhannya dan situasinya. Belajarlah mendengarkan dengan kesadaran yang penuh empati dan terbuka. Perhatikan dengan seksama bahasa tubuh lawan bicara anda, dibalik kata-kata mereka. Hasilnya anda akan lebih memahami kecemasan mereka dan mendapatkan komunikasi yang lebih baik.

Ini juga yang dilakukan oleh MJ. Nampak sekali dalam sikap MJ, bagaimana dia mendukung teman-temannya, bagaimana memotivasi mereka dengan efektif adalah dengan memperhatikan kebutuhan mereka. Peran MJ sebagai pemimpin menuntun mereka melalui berbagai macam tantangan dan berhasil menuntaskannya. MJ pun dapat berkomunikasi dengan rekan setimnya tanpa kata-kata, hanya dengan satu tatapan atau sorotan mata tajam kepada pemain yang terlihat menyerah dan kehilangan semangat.
Tatapan mata itu bisa di ruang ganti atau pun di lapangan pertandingan.

Apa komentar MJ dengan gaya kepemimpinannya:
“Saya bukan orang yang sibuk berteriak dan memberi semangat. Memang saya diberkahi bakat kepemimpinan yang vokal, tetapi memberi semangat tidak harus dengan kata-kata, karena bisa kelihatan kurang dewasa. Justru komunikasi tanpa kata, begitu jelas dan masuk ke dalam hati seseorang.”


Baca Selengkapnya...

Rahasia #19 : Orang tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan teknologi, mereka akan berhasil jika mereka juga mengandalkan sosialisasi

Diposting oleh Unknown di 02.04 0 komentar

MJ jadi seperti hari ini, tidak lepas dari kepiwaian sang pelatihnya, Phil Jackson dalam mengkomando tim Chicago Bulls. Rupanya ajaran Phil Jackson meresap dalam diri MJ.


Cerita Phil Jackson
Prinsip Phil adalah ingin membantu setiap orang untuk menjadi manusia yang lebih baik. Jadi bukan hanya sekedar menang dalam pertandingan. Di Chicago Bulls, Jackson adalah guru, pelatih, teman, sekaligus konselor. Dia selalu terlihat dan siap sedia. Dia memperhatikan kesejahteraan setiap pemainnya. Dia tidak melebih-lebihkan kesalahan. Jika pemain berbuat kesalahan, dan semua orang tahu pemain tersebut berbuat kesalahan, itu bukanlah kritik pribadi. Jackson menyeimbangkan antara kritik dan pujian.

Jackson menyebutnya Kepemimpinan yang simpatik.
Dengan kata lain, memperlakukan orang lain dengan rasa hormat, dan perhatian sama seperti memperlakukan diri sendiri. Hal inilah dasar dari sikap MJ. Sikap dan karakter ini memancar dalam diri MJ.

Cerita kemenangan ke-3 berturut-turut
Pada putaran final 1993, Bulls memimpin seri pertandingan itu dengan posisi 3-1 ketika melawan Phoenix. Bulls kalah di pertandingan ke lima di Chicago. Bulls tercengang. Kota Chicago tadinya sudah bersiap-siap untuk merayakan kemenangan. Namun ternyata tim harus kembali ke Phoenix untuk pertandingan ke enam.

Keesokan harinya di bandara, semua anggota tim merasa tegang.
Mereka sedang menunggu kemunculan MJ. MJ terlihat di lorong check in bandara. MJ sedang berdansa di depan temannya satu tim dengan mengacungkan tiga jari dan bernyanyi dengan antusiasnya. Betapa percaya dirinya MJ, sikap itu sangat berarti bagi teman-temannya satu tim.

Lalu dia masuk ke pesawat dengan bergaya selebritis dan sebuah cerutu besar di mulutnya. ”Apa itu?” Tanya pemilik Bulls, Jerry Reinsdorf
”Cerutu kemenangan saya”, jawab MJ.di dalam pesawat, MJ berbicara empat mata dengan setiap pemain. MJ mulai bermain kartu yang mengikutsertakan semua pemain.
Saat pesawat mendarat, semua pemain terlihat lebih relaks dan santai. Cerita lengkapnya, Bulls bersuka-cita memenangi pertandingan keenam untuk merebut gelar ketiga mereka, berturut-turut.

Walaupun MJ nampaknya seorang pribadi yang antusias, mementingkan kemenangan dan unjuk kerja. Namun MJ juga pandai bersosialisasi dengan para pemain dan orang lain.

Baca Selengkapnya...

Rahasia #20 : Percayalah kepada orang lain dan mereka akan jujur kepadamu. Perlakukan mereka dengan baik, dan mereka akan menunjukkan kebaikan mereka.

Diposting oleh Unknown di 01.50 0 komentar

Saya memasukkan topik ini, karena saya menilai sangat bermanfaat buat kita bersama. Kita bisa melihat kondisi di Indonesia saat ini. Banyak para pemimpin telah kehilangan rasa hormat pada orang lain. Ini nampak sekali pada beberapa pemimpin kita di dunia potitik, DPR, atau para pemimpin partai dan ormas. Mereka kurang bisa menghargai dan menghormati kemenangan atau keberhasilan orang lain. Lebih-lebih lagi, sorotan dari media, bahwa para pemimpin kita juga kurang menghormati rakyat yang telah memilihnya. Mudah-mudahan topik ini bisa bermanfaat & memberi inspirasi.
MJ berhubungan dengan orang lain dengan rasa hormat yang tinggi. Karena dengan rasa hormat akan menghasilkan kepercayaan, kepercayaan menghasilkan kesetiaan. Kesetiaan adalah nilai termulia di dunia.

Satu Cerita MJ di Birmingham

Cerita ini berasal dari Birmingham pada tahun 1994. Saat itu siang hari, udara terasa panas dan matahari bersinar terang. MJ sedang dalam perjalanan menuju lapangan. MJ mengambil jalan pintas melalui lingkungan pinggiran kota yang santai. MJ melewati seorang anak laki-laki yang berumur sepuluh tahun dan sedang bermain basket di pekarangan rumahnya, sendirian. Apa yang dilakukan oleh MJ?

MJ menghentikan mobilnya dan keluar. Anak laki-laki itu memperhatikannya. Dia tahu siapa yang datang. MJ berkata, ”Boleh saya bermain denganmu?” Anak laki-laki itu mengangguk. Mereka bermain selama dua puluh menit, saling melempar bola, merebut bola, dan menembak. Saat itu hanya ada seorang pemain basket terbesar dunia dan seorang anak laki-laki, tidak ada yang mengganggu mereka. Kemudian MJ kembali masuk mobilnya dan pergi.

Saat itu orang tua anak laki2 sedang tidak ada di rumah, ketika dia memberi tahu orang tuanya, mereka tidak percaya. Tak seorangpun yang mempercayainya. Rasanya seperti kisah dalam buku cerita anak. Akhirnya, salah seorang tetangganya membenarkan cerita itu.

Ini adalah sisi MJ yang tidak kita lihat. Apa yang dilakukannya mungkin tidak terbayangkan.

Rasa hormat MJ pada setiap orang
Memang, kebaikan MJ tidak hanya ditujukan pada anak-anak. Dia berikan itu kepada seluruh liga. Kepada ahli statistik, manager tiket, pelatih dan penjaga gedung maupun lawan-lawannya di NBA.

MJ selalu penuh perhatian. Dia selalu sadar akan segala sesuatu. Dia mengikuti liga dengan matanya yang tajam sehingga dia dapat melakukan hal-hal kecil seperti memberi selamat kepada setiap orang. MJ juga bisa mengingat nama setiap pemain dan memuji kekuatan mereka.
MJ juga bisa mengenali orang dan membaca karakter mereka. MJ sangat memahami sifat manusia.

Ketika Ted Leonsis, mitra bisnis MJ, memperkenalkannya kepada resepsionisnya, dia tidak berkata-kata.
Kemudian ketika resepsionis itu mengantar mereka ke elevator, dia pun mulai menangis. MJ memeluk dan menenangkannya. MJ tahu bagaimana caranya menanggapi perasaan orang lain. MJ tahu bagaimana caranya mempengaruhi mereka.

Orang-orang atau hal-hal tertentu bisa sangat menyentuh MJ. MJ tidak pernah merasa terancam oleh orang-orang yang berusaha menjangkaunya. Carmen Fillafane, seorang cacat yang harus duduk di kursi rodanya, selalu rajin menghadiri pertandingan Mj. Pada suatu kesempatan, dia memberikan kartu hari Valentine kepada MJ. Beberapa bulan kemudian, MJ melihatnya dalam sebuah pameran mobil dan bertanya mengapa dia tidak datang lagi untuk melihat pertandingan. Villafane berkata, bahwa dia tidak memiliki tiket. Keesokan harinya MJ menelpon kantornya, untuk mengirimkan tiket pertandingan untuk sisa musim itu kepada Villafane.

Cerita tidak berhenti sampai di sini. Di musim berikutnya, MJ mengirimkannya lebih banyak tiket dan satu catatan yang berbunyi, “Saya harap, Anda menikmati musim yang akan datang. Saya akan menunggu anda di setiap pertandingan. Michael.” MJ memberi nomor tiket, tepat dibelakang bangku pemain dalam setiap permainan.

Ketika selang beberapa tahun lewat, MJ memperhatikan kursi roda Villafane yang sudah usang.
Keesokan harinya, MJ memesan kursi roda model terbaru, lengkap dengan bel dan peluitnya. Villafene sangat senang dan bergaya dengan kursi rodanya yang baru.

MJ tidak memiliki batas. Ini adalah sebagian bukti MJ menaruh rasa hormat pada siapapun. Dan memperlakukan mereka dengan sangat baik.

Baca Selengkapnya...

Rahasia #21 : Dibalik Keberanian terkandung kekuatan dan keajaiban

Diposting oleh Unknown di 01.46 0 komentar

Dalam topik ini saya akan berbagi tentang sikap mental keberanian MJ dalam menghadapi tantangan dalam karirnya. Sebenarnya, cerita & kisah MJ sebelumnya sudah tersirat jiwa keberanian dalam dirinya. Sehingga kali ini saya ingin berbagi, keberanian MJ dalam bermimpi besar.
Kisah MJ selama ini, adalah tentang kisah keberanian seorang pribadi yang haus akan kemenangan dan keberhasilan.
Berani bermimpi besar
”Jikalau anda ingin punya impian besar, anda harus berpikir besar” , ini yang katakan oleh raja properti dunia, Donald Trump.

Satu hal yang ingin saya sampaikan, berpikir besar beda dengan berpikir positip. Kalau berpikir positip, berarti melihat segala sesuatu dari kaca mata positip. Namun berpikir besar-lah yang menghasilkan mimpi besar dan karya besar. Ini yang ditunjukkan oleh para tokoh sukses dunia.

Seperti Bill Gates, bermimpi akan ada banyak komputer pribadi di rumah2 dan di seluruh kantor di dunia. Padahal saat itu th ’80 belum ada komputer PC seperti sekarang ini. Mimpi Hendry Ford, bagaimana mobil menjadi kebutuhan untuk masyarakat umum dengan harga murah, yang saat itu mobil sangat mahal dan besar sekali. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Kembali ke Michael Jordan. Satu yang menonjol dalam sikap MJ adalah MJ berani bermimpi besar. Ingat saat pertama mendaftar sebagai tim
inti di SMA North Carolina, MJ jelas2 ditolak oleh pelatihnya. MJ harus menerima keputusan pahit tersebut. MJ menangis sesenggukan di dalam kamarnya. Sehingga ibunya yang akhirnya menghiburnya. Namun MJ akhirnya berani menghadapi kenyataan.

Yang ada dalam pikirannya hanya satu: ”Bagaimana caranya saya bisa masuk di team inti basket sekolah.” Karena dg masuk team sekolah, ini mendekatkan dia menuju impiannya menjadi pemain basket ternama. Sehingga apapun rela dia lakukan, mengikuti kemana team sekolahnya bertanding, hadir di setiap latihannya hanya untuk melihat mereka berlatih. Hingga harus rela membawakan pakaian kotor para pemain yang penuh keringat.

Itu dilakukannya, karena MJ punya gairah, punya ”PASSION” dalam dirinya. MJ juga berlatih keras di sekolah dan di lapangan belakang rumahnya. Hingga sang pelatih terkagum melihat semangat bermain MJ. Teknik dan cara bermain MJ meningkat pesat, mengalahkan keahlian para pemain team inti sekolah. Apa yang terjadi? Di tahun berikutnya MJ diterima dan masuk menjadi Team Inti sekolah North Carolina.

Bermain di team sekolah adalah awal perjalanan MJ. Berikutnya adalah kisah2 mengagumkan MJ dalam pertandingan di tingkat universitas dan di pentas NBA termasuk bertanding di Ollimpiade dunia.
Yang membara di dalam diri MJ adalah berani bermimpi besar. Impian itu memacunya, mendorongnya, mendesaknya untuk bergerak maju. Impian itu tidak membiarkannya bersantai. Bahkan tidak juga untuk berpuas diri. MJ melihat pemain-pemain terbaik NBA yang masih aktif, seperti Allen Iverson, Kobe Bryant, Tracy McGrady, Vince Carter, dan dia berkata kepada dirinya sendiri, ”Tahukah Anda? Saya juga bisa melakukannya.”

Dibalik matanya yang berkilauan, kepalanya yang botak, dan jalannya yang seperti merpati, terdapat jiwa keberanian, dan kegigihan untuk terus memenangkan pertandingan. Tetap bermain walaupun dalam keadaan sakit, rasa nyeri, atau penjagaan yang sangat ketat, dia tetap berani untuk terus tampil ”Excellent”.

Miliki sikap keberanian. Tidak ada hal yang harus ditakuti, selama anda bersikap agresif dan terus maju.
Teruslah maju dan anda akan menang. Vince Lombardi

Baca Selengkapnya...

Sang Legendaris Michael Jordan dan 23 Rahasia Keberhasilan nya

Diposting oleh Unknown di 01.45 0 komentar

Mengapa saya menulis rahasia Keberhasilan Michael Jordan? Pertama, MJ adalah salah satu tokoh sukses yang saya kagumi. Pada awalnya saya tidak hobby bermain basket, namun saya senang bila melihat acara basket di teve. Itu karena saya ingin melihat MJ dalam pertandingan. Semangat dan daya juang MJ telah menginspirasi saya dalam mengatasi kegagalan demi kegagalan saya, terutama di saat situasi krismon tahun 1997 hingga tahun 2000.. MJ telah
membantu saya menjadi pribadi yang kuat, singkat kata MJ telah ikut berperan dalam hidup saya.

Kedua, MJ adalah salah satu figur yang mendunia, hampir setiap orang, dan mungkin juga Anda pernah mendengar atau membaca kisah kehebatan MJ. Kisah keberhasilan MJ layak untuk diteladani dan menjadi inspirasi bagi kita semua.

Mengapa ada 23 rahasia, bukannya 18 atau angka lainnya? Ini untuk menghormati sang legenda Michael Jordan yang menggunakan nomor punggung 23 tatkala membela Chicago Bulls.

Michael Jordan sedang beraksi

David Beckham, pemain bola legendaris asal Inggris, mengaku penggemar bola basket dan sangat mengidolakan Michael Jordan, Beckham akhirnya memilih nomor punggung yang menjadi ikon MJ bersama Chicago Bulls, yakni 23 saat bermain untuk Real Madrid, Spanyol. “Saya fans berat Michael Jordan. Untuk bisa menggunakan seragam yang sama maka itu akan terasa spesial,” ungkap Beckham seperti diberitakan Yahoosports, Sabtu 9/1/2007).

Ronaldinho, Pemain Bercelona Spanyol, yang sangat diidolakan pecinta sepakbola ternyata juga mempunyai idola. Idolanya adalah legenda basket NBA Michael Jordan. Bahkan MJ menjadi inspirasinya. Mimpi bintang sepak bola Brasil Ronaldinho untuk bertemu dengan MJ terwujud setelah ia dipertemukan dengan legenda basket NBA ini di Barcelona, Spanyol, Senin (23/10/07). Ronaldinho dan MJ bertemu dalam promo tour bersama yang digagas sebuah produk olahraga.

Pertemuan itu menjadi tontonan menarik karena bintang lapangan hijau asal Brasil itu mengaku selama ini sangat mengagumi sosok MJ. Tanpa canggung striker yang kini merumput di Barcelona menyatakan terkesan setiap menyaksikan aksi MJ. Terlebih bintang basket tersebut telah menyumbangkan rekor enam kali juara untuk Chicago Bulls di kompetisi basket bergengsi NBA.

Tidak heran bila Ronaldinho mengaku prestasi MJ menjadi inspirasinya untuk bekerja keras di lapangan hijau. Dalam kesempatan itu pula Ronaldinho menyampaikan pujiannya atas kepedulian MJ atas perkembangan generasi muda saat
ini. Ia juga menanyakan kiat sukses MJ menjadi role model yang dikagumi anak-anak sedunia.

Cerita lain lagi dari Pelatih Basket UCLA, Steve Lavin mengatakan, “Di UCLA kami memiliki 23 prinsip tim. Mengapa 23? Itu untuk menghormati Michael Jordan.”

Seri tulisan ini merupakan intisari dari berbagai sumber diantaranya buku: The Magic of Teamwork, Boleh Gagal Tetapi Harus Terus Mencoba, How to be Like Mike. Anda juga bisa melihat koleksi DVD MJ yaitu: His Airness, Ultimate Jordan, Michael Jordan - Off Court (vcd), Road To Victory (vcd).

Alasan saya menulis serial MJ, karena saya begitu kagum dengan apa yang dilakukannya. Bagaimana cara MJ berkomunikasi dengan dirinya sehingga dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Dan bagaimana cara MJ merintis karir suksesnya, baik di lapangan sebagai bintang, maupun di luar lapangan sebagai bisnisman, bintang iklan dan saat ini sebagai pemilik sebuah club di NBA.

Melalui tulisan ini, Anda akan lebih mengenal sosok Michael Jordan yang juga pernah di coach oleh Anthony Robbins (World #1 Success Coach) di awal karirnya. MJ tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara dia bersikap saat di
lapangan maupun di luar lapangan. Marilah kita dengan hati yang jernih belajar dari MJ tentang rahasia keberhasilannya yang menjadikan dirinya seorang bintang.

Michael Jordan, Sang Legenda Basket Dunia olahraga mengenal beberapa nama sebagai legendanya masing-masing. Tinju
ada Mohammad Ali. Sepakbola ada Pele dan Maradona. Golf ada nama Tiger Woods. Balap F1 ada Michael Schumacher. Dan, di bola basket, ada satu nama yang dianggap paling berpengaruh hingga sekarang, Michael Jordan.

Untuk satu nama terakhir, meski sudah pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya, namun dirinya seolah tak tergantikan. Beberapa nama yang dianggap sebagai the next Jordan-di arena basketball Amerika, NBA-tetap tak bisa
menggantikan ketenarannya. Nomor kaosnya-23-hingga kini juga digantung di langit-langit hall of fame sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya.

Michael Jordan

Michael Jordan memang sosok yang sangat komplit. Di dalam lapangan, kemampuannya tak diragukan lagi. Berbagai atraksi menarik disuguhkan saat bertanding. Ia bahkan disebut-sebut bukan lagi sebagai seorang atlet, melainkan
sudah menjadi aktor film yang mengundang decak kagum penontonnya. Karena itu, tak heran, kala ia pernah memutuskan pensiun dini-pada tahun 1993-jumlah penonton basket di dunia menurun.

Dunia basket seakan kehilangan ruhnya. Tak urung, komentar yang meminta MJ kembali ke lapangan terus bergema. Dan, hal itu akhirnya diwujudkan oleh MJ dengan bergabung lagi ke tim Chicago Bulls pada tahun 1995. “Saya mundur karena
merasa sudah tak ada tantangan lagi. Dan saya kembali lagi karena saya merasa kini ada tantangan baru,” sebut MJ dalam sebuah wawancara.

Sosok MJ memang fenomenal. Jika beberapa orang merasa kurang nyaman saat bertemu dengan halangan dan rintangan, ia justru mencarinya. Misalnya, ketika ia kembali dari pensiunnya, secara tidak langsung, ia menantang pemain basket yang dianggap sebagai penggantinya, Kobe Bryant. Dalam sebuah pertandingan para bintang, ia beraksi mencoba menundukkan juniornya tersebut.

Hal tersebut juga ditunjukkan ketika masa awal kuliah. Karena tak punya tinggi badan yang memadai untuk masuk tim utama, dirinya sempat disingkirkan. Namun, bukannya merasa putus asa, ia terus berlatih sendiri hingga tinggi badannya
mencukupi. Meski masih dianggap kurang ideal, ia mampu mencetak skor meyakinkan sehingga akhirnya jadi pilihan utama. “Saya dapat menerima kegagalan, tapi saya tidak dapat menerima jika saya belum mencoba,” sebut MJ mengungkap rahasia suksesnya.

Tantangan dan halangan memang sering justru jadi penguat dirinya untuk mencapai prestasi. Pernah, ketika ia mulai masuk di tim profesional NBA, karena mempunyai prestasi cemerlang, ia justru sempat “dikucilkan” oleh pemain senior. “Saat kita ingin mencapai sesuatu, pasti akan ada halangan. Saya juga menjumpainya seperti juga orang lain. Tapi, seharusnya itu tak perlu menghentikan kita. Seperti saat mendapati tembok, jangan berpikir menyerah, tapi coba lompati dan lewati,” ungkap MJ. Dengan keyakinan inilah, MJ mampu mengubah tantangan itu sebagai batu loncatan mencapai sukses yang lebih maksimal.

Michael Jordan

Kini, nama MJ sangat lekat sebagai ikon NBA. Tak urung, legenda basket lain seperti Larry Bird pun hingga sampai mengomentari, “Dewa menyamar sebagai Michael Jordan.” Prestasi fenomenalnya membuat ia sering diundang untuk menyemangati banyak orang dalam berbagai bidang. “Saya sudah lebih dari 9000 kali gagal melakukan tembakan. Saya sudah hampir 300 kali kalah dalam pertandingan. Setidaknya, 26 kali saya dipercaya untuk menjadi algojo penentu kemenangan dan saya gagal. Saya gagal terus dan terus dalam hidup saya. Dan, justru karena itulah saya sukses,” sebut MJ dalam beberapa kali pidatonya.

Berikut ringkasan: 23 Rahasia Keberhasilan Michael Jordan:

Rahasia #1 : Segalanya dimulai dari Impian. Impian anda harus memberi semangat dalam hidup anda, sehingga mendorong anda untuk mengubah diri anda menjadi pemenang sejati.

Rahasia #2: Kata MJ tentang FOCUS. Latih pikiran Anda untuk ber-fokus pada karir yang sedang anda tekuni, dan singkirkan hal-hal sepele yang tidak penting.

Rahasia #3 : Jadilah selalu yang terbaik di bidang anda.

Rahasia #4 : Energi Antusiasme adalah bahan bakar emosi yang terhebat. Tanpa antusiasme, anda tidak akan meraih apa-apa.

Rahasia #5 : Jika kamu ingin meninggalkan jejak di pasir waktu, kerja keras adalah mutlak anda lakukan.

Rahasia #6 : Penyebab banyak orang tidak berhasil, karena mereka tidak punya cukup sarana dan disiplin diri untuk berusaha mencapai cita-cita itu.

Rahasia #7: Ketekunan bukanlah satu perjuangan panjang, melainkan banyak perjuangan pendek yang berturu-turut.

Rahasia #8 : Kita semua bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri, tak ada orang lain yang bisa melakukannya.

Rahasia #9 : Halangan tidak boleh menghentikan langkah anda. Jika dinding merintangi, jangan berbalik untuk menyerah. Carilah segala cara untuk memanjatnya, menembusnya atau mengitarinya.

Rahasia #10 : “Saya dapat menerima kegagalan, tapi saya tidak dapat menerima jika saya belum mencoba”

Rahasia #11: Pemenang selalu menganggap dirinya akan menang ketika pertandingan belum dimulai. Hidup adalah ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya.

Rahasia #12 : Kurangnya kepercayaan diri merupakan alasan utama yang membuat kita menghindar dari persaingan dan perjuangan. Dan tanpa perjuangan tidak ada kemungkinan untuk sukses.

Rahasia #13 : Bakat memenangkan permainan, namun Kerja sama Tim yang solid memenangkan setiap pertandingan.

Rahasia #14 : Berilah teladan yang positip bagi semua orang, dari setiap apa yang anda lakukan walaupun itu cuma 30 detik saja.

Rahasia #15 : Komitmen individu terhadap perjuangan dan Tim. Jika Anda punya komitmen terhadap sesuatu, Anda tidak punya dalih apa pun kecuali mencapai tujuan anda.

Rahasia #16 : Pemimpin yang baik, bukan hanya layak untuk diikuti orang lain,
pemimpin yang baik harus menciptakan banyak pemimpin baru

Rahasia #17 : Pemimpin yang baik adalah memberdayakan dan menciptakan nilai
tambah bagi setiap individu dalam tim anda

Rahasia #18 : Sembilan puluh persen kepemimpinan merupakan kemampuan untuk
mengkomunikasikan sesuatu yang diinginkan oleh orang lain.

Rahasia #19 : Orang tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan teknologi,
mereka akan berhasil jika mereka mengandalkan sosialisasi

Rahasia #20 : Percayalah kepada orang lain dan mereka akan jujur kepadamu.
Perlakukan mereka dengan baik, dan mereka akan menunjukkan kebaikan mereka.

Rahasia #21 : Dibalik Keberanian terkandung kejeniusan, kekuatan dan
keajaiban.

Rahasia #22 : Rasa Hormat menghasilkan kepercayaan, kepercayaan menghasilkan
kesetiaan.

Rahasia #23 : Kata Jordan tentang Karakter. Hanya ada satu orang yang dapat
merumuskan kesuksesan dalam hidup anda, yaitu diri Anda sendiri.


Baca Selengkapnya...

Rahasia #13 : Bakat memenangkan permainan, namun Kerja sama Tim yang solid memenangkan setiap pertandingan.

Diposting oleh Unknown di 01.36 0 komentar

Kali ini kita akan belajar bagaimana cara bekerja di dalam teamwork. John C. Maxwell hingga menyebutnya ”Them Magic of Teamwork”


Saat pertama memasuki NBA di tahun 1985, MJ menolak keras prinsip ini. Pada mulanya, MJ memaksa bermain sendiri untuk meraih gelar juara NBA. Dengan cara itu, dia menyangka dia dapat mengangkat tim diatas bahunya untuk selalu memenangkan pertandingan demi pertandingan.

Mudah dipahami sebenarnya mengapa MJ bersikap seperti itu. Karena sebelum di NBA, MJ tidak memiliki rekan tim yang mempunyai kemampuan yang sepadan dengan dirinya. Jadi MJ-lah yang menjadi pemain utama, tidak ada pemain yang bisa diandalkannya. Biarpun MJ pernah mencetak 63 angka ketika melawan Celtics pada babak play-off 1986, timnya tetap kalah.

Namun di musim-musim berikutnya, MJ telah memahami apa arti sebuah kerja tim.
MJ pun mengembangkan sebuah simbiosis yang solid dengan rekan-rekan se-timnya. Hasilnya Woow....MENCENGANGKAN : Chicago Bulls merebut 6 gelar Juara NBA.

Kerja Tim ala Michael Jordan
Saya pernah membeli buku MJ yang berjudul BOLEH GAGAL TAPI HARUS TERUS MENCOBA. Saya terkesan dengan satu bab yang berjudul KERJASAMA TIM. Di bab ini MJ menceritakan bagaimana pentingnya kerjasama tim untuk mencapai tujuan bersama tim tersebut.

MJ mengatakan bahwa bila kita hanya ingin mencapai tujuan pribadi kita saja maka sangat mustahil bila kemenangan dapat diraih oleh tim tersebut. Dibuku ini juga diceritakan bagaimana MJ mengembangkan potensi 4 pemain lainnya dilapangan agar bisa bermain optimal di pertandingan. Misalnya: Bill Cartwright di posisi center dan John Paxson di posisi penembak jitu 3 angka. MJ menggambarkan pada awalnya bola diberikan kepada Bill Cartwright dan dia akan memainkan bola tersebut, lalu dia memberikan bola tersebut kepada John Paxson (apakah dia akan menembak atau mengoper bola), sehingga 3 orang lainnya (B.J. Amstrong, Michael Jordan dan Scottie Pippen) bisa bergerak bebas dan mengambil posisi yang bagus untuk mencetak.

Kami berlima bekerjasama untuk mencapai tujuan tim, bila diantara kami berlima mengandalkan EGO kami, maka kemenangan mustahil diraih, MJ melihat banyak sekali tim-tim di NBA yang mempunyai pemain-pemain hebat tetapi tidak pernah juara. Atau pada tahun pertama di NBA menjadi pemain inti (starter) tetapi pada tahun-tahun berikutnya menjadi pemain cadangan. MENGAPA? Karena pada umumnya mereka tidak mau berkorban untuk membuat timnya menjadi lebih baik/juara.

Di dalam buku yang lain John C. Maxwell (pakar kepemimpinan/leadership) membuat sebuah rumus yang berhubungan antara kemampuan individu dan sikap sebuah tim, yaitu:

KEMAMPUAN + SIKAP = HASIL AKHIR
Kemampuan Buruk + Sikap Buruk = Tim yang berprestasi buruk
Kemampuan rata-rata + Sikap rata-rata = Tim yang berprestasi biasa-biasa
Kemampuan Hebat + Sikap Biasa-biasa saja = Tim yang berprestasi baik
Kemampuan Hebat + Sikap Baik = Tim yang berprestasi HEBAT

Anda ingin mempunyai tim yang hebat? Ingatlah bahwa kedua pakar ini (Micahel Jordan dan John C.Maxwell) sudah membuktikan dengan penelitiannya bahwa tim yang hebat adalah tim yang mempunyai kemampuan individu hebat ditambah dengan SIKAP YANG BAIK dan semua anggota tim harus melihat tujuan tim BUKAN TUJUAN PRIBADI.

Semangat Kerja Tim dalam Perusahaan

Jika kita jeli mengamati, tidak mengejutkan bila banyak perusahaan Amerika maupun perusahaan Indonesia menempatkan kerja tim sebagai semboyan utama mereka. Saya beberapa kali pernah diminta sebuah perusahaan untuk memberikan training Super Team Building. Mereka semua ingin tahu tentang satu hal: Bagaimana cara membangun sebuah tim kerja yang solid di dalam perusahaan mereka. Tentu saja hal itu tidak terlalu sulit, jika kita tahu dan paham akan hal-hal yang esensial dalam membangun sebuah tim kerja. Dan fondasi apa saja yang harus dibangun, agar tim kerja memiliki dasar yang kuat dan solid.

Kerja Tim di CBC Bank Mandiri
Training yang cukup mengesankan adalah saat memberi training di CBC Bank Mandiri Kalimantan bersama dua rekan trainer. Saat itu Mei 2006 dengan peserta training berjumlah 76 orang dari Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Palangkaraya dan Pontianak. CBC adalah Comercial Banking Center, ibaratnya ujung tombak marketing utk nasabah papan atas. Di hari pertama training di fokuskan pada bagaimana menggali kekuatan diri dan mengeksplore potensi diri, disambung acara di malam hari dengan praktek berjalan diatas bara dan nyala api.

Hari kedua lebih banyak dengan prinsip2 cara membangun tim. Para peserta praktek langsung, misalnya bagaimana melatih kemampuan public speaking di jalan raya dan tempat umum.
Lalu praktek kerja tim dalam acara ’Creating money without money’. Maksudnya para peserta dilepas di sebuah daerah keramaian tanpa uang, identitas dan barang berharga. Tugas mereka: bagaimana memperoleh uang tanpa uang, dengan bermodal kemampuan, skil dan materi yg telah diajarkan sebelumnya. Agar bisa berhasil, mau tidak mau para peserta harus bahu-membahu saling bekerja sama di dalam tim.

Sepulang dari training, para peserta dengan gembira membawa semangat training ke dalam pekerjaannya. Semangat kerja mereka menjadi luar biasa, bahu membahu dengan etos kerja yang lebih dari biasanya. Apa yang terjadi?
Target perusahaan tahun 2006 berhasil dicapai jauh lebih cepat, di bulan September. Sehingga CBC Banjarmasin mendapat Achievement Award dan kisahnya dimuat di majalah Bank Mandiri.

Kata MJ tentang Kerja Tim:
MJ berkata, “Saya lebih suka memiliki 5 orang yang kurang berbakat, namun bersedia bekerjasama sebagai tim daripada 5 orang yang menganggap dirinya bintang, tetapi tidak mau berkorban untuk tim.”

SLOGAN MJ: “BAKAT MEMENANGKAN PERMAINAN, NAMUN KERJASAMA TIM DAN KECERDASAN MEMENANGKAN PERTANDINGAN.”

Baca Selengkapnya...

Rahasia #22 : Belajar dari MJ dalam menghargai orang lain

Diposting oleh Unknown di 01.35 1 komentar

Kali ini kita belajar dari MJ tentang cara menghargai orang lain. Menghargai orang lain memang terkesan gampang untuk praktekkan. Namun menjadi sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan, manakala seseorang sudah mencapai kesuksesan, seseorang yang sudah berada di puncak tangga keberhasilannya. Biasanya mereka merasa lebih tinggi, menganggap dirinya pantas untuk dilayani dan yang seharusnya dihargai. MJ tidak melihat dengan cara seperti itu, dia tetap rendah hati dan hormat serta menghargai siapa pun juga. Berikut cuplikan kisahnya :

Murid yang berbudi
Sebagai seorang maha bintang, MJ tidak pernah merasa lebih hebat dari pelatihnya. Cerita yang sering terdengar adalah cerita tentang boikot pemain tim terhadap pelatih, MJ malah membela Phil Jackson saat Management Chicago Bulls akan mengakhiri kontrak pelatihnya tersebut. Dia memang tahu betul bahwa enam cincin kejuaraan yang diperolehnya, bukanlah hasil kerjanya sendiri, betapapun hebatnya MJ. MJ menyadari bahwa Phil Jackson adalah gurunya, orang yang layak dia hormati, sehingga tak pernah kita mendengar dia bertengkar dengan pelatihnya itu. Itulah wujud apresiasinya kepada orang lain, kepada guru, kepada orang yang bersama-sama meraih keberhasilan. Itulah rasa solidaritasnya dan itulah yang membuat semua orang menghormati MJ.

Menghargai para penggemar
Tidak hanya sempurna di lapangan, MJ pun sangat sabar melayani penggemar dan wartawan. MJ terutama sangat dekat dengan anak-anak. Terdorong semangat melayani masyarakat pula, MJ selalu ingin tampil sempurna di depan umum. Itulah alasan MJ tampil seratus persen necis saat keluar dari ruang loker, lengkap dengan setelah jas dan parfum yang wangi. Tak akan ada orang yang melihat MJ berpenampilan buruk walaupun hanya sebentar dia terlihat publik. Misalnya saat keluar dari ruang loker ke mobil. MJ merasa dirinya milik umum. Menurut pengakuan MJ, satu-satunya tempat dia merasakan privasi adalah toilet. Pada saat itulah MJ merasa sebagai dirinya sendiri, sebagai Michael Jordan.

Menghargai peranan keluarga
Kalau dirunut, keberhasilan MJ banyak berkaitan dengan latar belakang keluarganya. Hubungannya dengan ayah-ibunya sangat baik. Demikian juga dengan saudara-saudaranya. Sewaktu ayahnya terbunuh pada sebuah perampokan (seperti tertulis di serial sebelumnya, mobil James Jordan di bajak di North Carolina), dia begitu sedih. Bahkan beberapa lama setelah itu, MJ memutuskan mengundurkan diri yang pertama. Tentu hal itu karena MJ memiliki pertalian emosi bahwa keberhasilan yang diperolehnya juga atas dukungan ayahnya, dukungan keluarganya.

Mungkin kedekatannya itu juga yang membuat MJ berusaha menciptakan hubungan yang dekat dengan anak-anaknya. Kedekatan ini pulalah yang menjadi dorongan baginya untuk memberikan keteladanan kepada mereka, sebagaimana dia mendapatkannya dari sang ayah.
Bahkan MJ masih memperlakukan pelatihnya di universitas, Dean Smith, dengan rasa hormat yang sama sekali tak pernah berkurang. Dua puluh tahun setelah Roy Williams merekrutnya pertama kali di North Caroline, MJ masih memanggil Williams ”Pelatih”.

Baca Selengkapnya...
PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner