Rahasia #11: Pemenang selalu menganggap dirinya menang ketika pertandingan belum dimulai.

Diposting oleh Unknown di 02.14 0 komentar

Setelah kematian ayahnya, MJ menerjuni olahraga bisbol selama 18 bulan. Menurutnya, permainan bisbol lebih dari pengalihan perhatian dari hingar bingar bola basket. Ini menjadi sebuah perjalanan emosional, saat-saat dimana MJ merasa bisa berdamai dengan dirinya.

Kesan apa yang diperoleh MJ melalui bisbol:
“Bisbol memberiku kesempatan mengunjungi lagi semua kenangan yang aku alami bersama ayahku. Saat aku memikirkannya, dia seperti ada di sini, semua yang dia ajarkan kepadaku sangat jelas di depan mata.” Saya rasa perlu waktu untuk memahami ini semua. Dan setelah aku mengerti, aku bisa menerimanya dan melanjutkan hidup. Jadi itu merupakan pengalaman terapi bagi diriku.”

MJ kembali ke Pentas NBA
Kejadian Mengejutkan kembali terjadi di bulan Maret 1995. MJ meninggalkan olah raga bisbol yang telah ditekuninya selama 18 bulan dan kembali ke Chicago Bulls. MJ hanya berkata, “Aku kembali” dan dunia NBA yang mendengarnya menjadi ‘terbakar’.

Ini bisa dimaklumi, karena sepeninggal MJ mengundurkan diri, pentas NBA mulai meredup, keriuhan dan keceriaan berkurang. Hal ini juga berpengaruh pada hasil penjualan tiket, pemasukan iklan dan bisnis waralaba bola basket.

Kembalinya MJ, telah memenuhi rasa dahaga para pecinta NBA akan pertunjukkan yang mengagumkan. Hingga Presiden Amerika saat itu, Bill Clinton ikut menyambut hangat kembalinya MJ dalam pentas NBA.

Dalam wawancara konferensi pers, MJ berkata
:
Sebelumnya aku tak pernah berpikir, aku akan kembali bermain bola basket. Aku tak pernah menduga perasaan itu muncul kembali. Tapi yang mendorongku kembali adalah rasa cintaku pada bola basket.

Namun belakangan MJ mengaku, MJ memutuskan kembali bertanding gara-gara pada saat itu anaknya mulai mengidolakan pemain Orlando Magic, Shaquille O’Neal. MJ tidak suka hal itu, MJ tidak bisa menerima anaknya mengidolakan orang lain. MJ pun berkata kepada kedua anaknya, “Papamu bisa lebih baik. Papamu akan kembali dan mampu mengambil lagi gelar juara.” (Inilah mental yang ditunjukkan oleh seorang pemenang sejati, bahkan sebelum dirinya kembali ke NBA).

Akhirnya MJ yang saat itu berumur 32 tahun, setelah 18 bulan pensiun, mencoba mengejar impian yang belum pernah terjadi dalam sejarah olahraga basket. Dan kembalinya MJ memicu rasa keajaiban. MJ bermain lebih dahsyat lagi, dan mencetak 55 angka, merupakan point tertinggi musim itu di NBA. MJ sepertinya telah kembali ke perannya di dalam tim sebagai penyelamat.

Apa komentar MJ setelah kembali ke NBA?

Kalo anda sudah memutuskan menang, anda sebenarnya sudah menang 90%. Karena anda hanya berkompetisi dengan orang-orang yang ingin menang saja. Sebelum menggunakan strategi, anda harus memutuskan untuk menang, bahkan sebelum pertandingan.

Baca Selengkapnya...

Rahasia #2: Kata MJ tentang FOCUS.

Diposting oleh Unknown di 02.13 0 komentar

Pusatkan semua pikiran pada tugas yang tengah engkau emban. Sinar matahari tidak akan dapat membakar sesuatu kalau tidak difokuskan melalui kaca pembesar. (Alexander Graham Bell)

Awal karir MJ di bola basket telah menjadi anekdot berharga bagi murid SMA di semua penjuru dunia. Mengapa tidak? Itu rintangan pertama yang harus dihadapi MJ. Sewaktu ia tersisih dari tim basket utama di sekolahnya ketika masih kelas 1 SMA. MJ Melawatinya dengan berfokus untuk masuk tim tahun depan. MJ mengatasinya dengan memvisualisasikan dan menolak untuk gagal mencapai tujuannya.

Tentang fokus yang dimiliki oleh MJ, salah seorang rekan teamnya, BJ Armstrong memberi komentar, ”Satu hal penting yang menjadikan MJ seperti sekarang ini, adalah kemampuannya berfokus. Kemampuannya untuk berkonsentrasi penuh. Kemampuannya untuk menyingkirkan segala hal, selain yang dia lakukan saat itu.”

Bagaimana cara MJ agar bisa mencetak angka diatas 30 setiap pertandingan? MJ memilih berfokus dalam 8 angka per quarter (perempat putaran). Hanya ini yang ingin dicapai MJ. Selama tujuh musim berturut-turut, rata-rata angka yang dicetak MJ sangat konsisten. MJ mencetak mendekati atau lebih dari 32 angka di setiap pertandingan. Namun MJ tak pernah memikirkan 32 angka sebagai 32. MJ memikirkan 32 angka sebagai delapan angka per quarter. Dan delapan angka per quarter adalah angka yang mudah dicapai, hanya 4 bola dalam 12 menit, yang mudah dicapainya setiap malam.

Kisah Kekuatan Fokus MJ
Saat itu pertandingan berlangsung antara Bulls melawan Cavaliers, 17 Mei 1993 di Ohio. Kedudukan saat ini seri. Waktu tinggal 18 detik. Berikut penuturan Jordan, ”Para penggemar berteriak mengejekku. Mereka semua membenciku. Pikir mereke, ”Dia tak boleh mengalahkan kita lagi.”. Ada seorang penggemar di bawah ring yang benar-benar kasar, tetapi itu justru membantuku berkonsentrasi, karena kau tahu ’khan Tuhan tidak suka orang yang berlaku kasar.’

MJ menyusup masuk melewati foul line (garis tembakan bebas), dan melakukan jump shot (tembakan melompat). Tim Bulls menang 103-101. Sekali lagi, gedung itu mendadak sunyi. Ini bukan kali pertama MJ menghadapi keriuhan penonton lawan dengan ketenangan luar biasa. Dan itu tak akan menjadi yang terakhir.

MJ tak akan bisa mentoleransi kehilangan konsentrasi, karena MJ akan mengetahui akibat, bahkan bahaya dari terpecahnya fokus.

Selama masa karir MJ, presentase keberhasilan menembakkan bola dari foul line mencapai 84 persen. Sebelum setiap tembakan dia selalu memutar bola di tangannya. Lalu, mendribel bola sampai dia merasa nyaman, sebanyak 3 sampai 4 kali. Lalu dia memutar bola lagi, baru kemudian melepaskan tembakan. ”Saat saya menembak itu, saya tak melihat siapapun”, akunya.

Jadi bagaimana caranya agar kita bisa memperoleh fokus yang tinggi? Sebenarnya, fokus dimulai dari kesadaran. Kesadaran atas tempat di mana kita berada. Kesadaran atas apa yang bisa kita kendalikan saat ini. Semua bisa dimulai sejak hari ini.

Jika ditarik benang merah dalam karir MJ yang fenomenal, MJ melakukan apa saja yang dia inginkan kapan pun dia inginkan, tanpa peduli persepsi publik. Dia hidup dalam dirinya sendiri, melaju menghadapi tantangan yang dipilihnya sendiri, dan terus berusaha hidup maksimal mungkin untuk hari ini.

Kunci fokus MJ seperti yang diceritakan sahabatnya, BJ. Amstrong, ”MJ mengajari saya untuk hidup saat ini. Dia tak pernah membicarakan masa depan yang jauh. Jika saat ini tengah berlangsung quarter kedua di Miami, MJ akan berkonsentrasi pada saat itu. Dia selalu berpikir dan bertindak untuk saat ini. Pertandingan minggu depan akan berlangsung dengan sendirinya.

Winston Churchill yakin bahwa kunci sukses adalah tegar menghadapi kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat. Dan ini adalah langkah pertama untuk menajamkan fokus kita, untuk membuat hari ini sangat berarti. Itulah sebabnya kaca depan mobil kita sepuluh kali lebih besar dari pada kaca spion.

Katakan dalam hati anda, bahwa hari ini adalah hari terbaik tahun ini, Selesaikan hari ini, lalu lupakan. Anda telah berusaha sekuat tenaga. Pasti banyak kesulitan mengintai. Lupakan semua itu secepat mungkin, besok adalah hari yang baru.

Kata MJ, ”Entah apa yang akan saya lakukan besok, saya memikirkan untuk hari ini. Orang tidak percaya apabila saya mengaku tidak tahu apa yang akan terjadi minggu depan, bulan depan atau tahun depan, tetapi saya benar-benar hidup untuk saat ini.

MJ berbicara demikian tentu dalam konteks di NBA. Seperti kita tahu jadwal pertandingan di NBA sangat padat. Sehingga jika seorang pemain lengah sedikit saja, dia akan berpotensi kehilangan fokus dalam pertandingan yang dihadapinya. Dan berakibat bisa membawa kekecewaan dan kekalahan timnya.

Tentu saja, lebih mudah apabila kita membuat daftar goal dan tujuan dan menyesuaikannya agar dapat memaksimalkan masa kini dan menjamin masa depan. Itu sebabnya Walt Disney memiliki rencana induk 50 tahun.

Saran MJ tentang Topik ini:
”Kakek saya selalu berkata, ”Berpikirlah sebelum bertindak dan kendalikan dirimu. Saya selalu mengingat perkataan beliau. Apabila kita tahu kita telah melakukan yang terbaik, kita akan merasa santai dan merasakan kebanggaan. Selain itu kita tak bisa melakukan selebihnya. Semua itu diluar kendali kita, jadi jangan dicemaskan. Kecemasan akan hasil hanya akan mengaburkan fokus, akhirnya juga impian anda.”

Baca Selengkapnya...

Rahasia #12 : Kurangnya kepercayaan diri merupakan alasan utama yang membuat kita menghindar dari persaingan dan perjuangan.

Diposting oleh Unknown di 02.10 0 komentar

Awal Kembali MJ di NBA
MJ kembali ke memenangkan setiap pertandingan pada musim itu. Hingga membawa Chicago Bulls mencapai final NBA melawan Orlando Magic. Tapi tim Orlando Magic yang muda, seolah menunjukkan bahwa jaman sudah berganti. Saat itu pertandingan final ke empat tahun 1995, antara Chicago Bulls dan Orlando Magic.


Berikut saya gambarkan kisah partai final yang amat menegangkan itu:
Terjadilah saat yang menegangkan, skor saat itu 91-90 untuk keunggulan Magic. Dan saat waktu tinggal 18.1 detik. MJ membawa bola dijaga ketat oleh Anderson. Dan MJ berputar melewati Anderson, namun bolanya berhasil dicuri oleh lawan, dan Hardaway melaju ke daerah Bulls, bola diberikan kepada Grant dan masuklah ke keranjang. Selisih satu point untuk Magic. Waktu terus berjalan tinggal 6.2 detik lagi.

MJ minta waktu untuk break time-out. Kembali ke pertandingan, MJ membawa bola, MJ dijaga Royal, karena terdesak bola diberikan kepada Scotti Pippen. Namun apa yang terjadi? Pippen gagal melesakkan bola ke keranjang. Kesalahan MJ hampir tidak bisa dibayangkan. Tadinya MJ punya satu kesempatan untuk menjadi pahlawan lagi. Harusnya MJ yang menjadi penentu, namun dia harus merelakan kepada rekan mainnya. MJ merasa telah mengecewakan timnya.

MJ dan semua pemain Bulls berjalan dengan kepala tertunduk menuju ruang ganti pemain. MJ dan Chicago Bulls meratapi kekalahan tersebut. Seolah-olah tidak bisa pulih dari trauma kekalahan di pertandingan tersebut.

Mengalami Krisis Kepercayaan diri
Sejak sekembalinya MJ ke pentas NBA, MJ sering gagal sebagai penentu kemenangan bagi timnya. Dan kegagalan di partai final adalah kegagalan terbesar yang membuat seluruh perjuangan dan kemenangan selama satu musim menjadi sia-sia.

Sejak kekalahan di partai final tsb, MJ mulai menyadari bahwa kemampuan dan kehebatan dirinya untuk mengangkat timnya menjadi juara, kini hanyalah tinggal kenangan. Kini MJ berpikir apakah dia bisa tahtanya lagi, tahta gelar juara NBA. Para rekan2 MJ juga dihinggapi rasa kurang percaya pada kemampuan dan kehebatan MJ. Mereka masih tetap memuji MJ, namun mereka beranggapan MJ sudah tidak sehebat dulu lagi.

Apa yang dirasakan MJ saat itu?
“Aku merasa mentalku sangat jatuh. Aku mengalami krisis kepercayaan diri. Dan aku bercermin saat itu. Aku ragu, mungkin aku tak bisa bermain seperti dulu. Karena terbukti aku tidak bisa melakukannya sesuka hati. Aku duduk di ruang loker, aku merasa kecewa. Aku membuat janji kepada diriku, bahwa tahun depan aku akan siap merebut kemenangan lagi.”

Menyiapkan diri untuk Musim berikutnya
Kembali menunjukkan dedikasi dan jati diri, MJ berlatih kembali sangat keras untuk musim berikutnya. MJ menghabiskan musim panas, mengasah bakatnya dengan keras. Kini setiap hari MJ merasa terdorong untuk bangun, ....keluar dan latihan untuk menjadi seperti dulu lagi. MJ sangat termotivasi .... untuk membuktikan pada dunia, “Jangan lupakan Aku lagi !”

Pada awal musim pertandingan 1996, MJ memulai musim itu, bukan hanya kemenangan pribadi yang ingin dia raih. Tapi juga adanya misi sejarah. Karena tidak ada yang seorang pemain yang telah pensiun, lalu main kembali dan meraih gelar NBA. Itulah tantangan bagi seorang MJ. Setelah berhenti bermain selama hampir 2 tahun, kini mencanangkan tekad untuk meraih lagi gelar NBA. Namun ini bukan isapan jempol bagi pribadi sekelas MJ. Musim itu MJ bermain dengan kekuatan penuh dan selalu mendominasi di setiap pertandingan. Kembalinya kekuatan dan kemampuan MJ, menjadi kesenangan dan kebanggaan bagi para penonton.

Berkat kerja kerasnya, MJ berhasil meraih gelar MVP (Most Valuable Player). MJ membawa Chicago Bulls mencetak salah satu sejarah NBA dengan total 72 kemenangan. Dengan gelar Juara NBA, maka MJ dan Bulls total mencapai 4 gelar juara. Dan secara mengejutkan kemenangan dan gelar juara tersebut telah meningkatkan kepopulerannya ke tempat yang lebih tinggi.

MJ telah membuat sejarah baru, pensiun hampir 2 tahun dan kembali lagi dengan kekuatan lebih dahsyat dari sebelumnya dan meraih MVP dan gelar juara NBA. Saya kira tidak ada orang dalam sejarah olah raga yang sanggup melakukan seperti itu.

Point Penting untuk Topik ini:
Kurangnya kepercayaan diri, telah mengunci potensi dan kemampuan seseorang dalam mencapai sesuatu. Seperti yang dialami oleh MJ, pada awal kembalinya setelah pensiun dari NBA. Namun karena adanya ‘harapan baru’ dan komitmen baru untuk meraihnya, membuat keyakinan diri menjadi semakin kuat. Kekuatan itu cukup untuk menggerakkan diri menggapai impian dan menjadi yang terbaik.

Baca Selengkapnya...

Rahasia #3 : Jadilah Selalu yang Terbaik di Bidang Anda

Diposting oleh Unknown di 02.10 0 komentar

Motivasi awal MJ

Kelanjutan kisah MJ di SMA, setelah dia masuk dalam tim utama Basket di SMA, MJ berusaha bagaimana agar selalu masuk dalam line up (tim inti) di setiap pertandingan. Semboyan MJ : Saya akan menjadi yang terbaik, saya selalu lebih unggul dari yang lain. Sehingga selama berbulan-bulan MJ giat melakukan latihan di sekolah maupun di lapangan rumahnya. Hasilnya, MJ menjadi pemain yang selalu mendapat perhatian penuh dari pelatihnya Dean Smith, rekan-rekannya, maupun tim lawan yang dihadapinya.


Slogan : Jadilah yang Terbaik
Sebenarnya kita sering mendengar slogan: Jadilah yang terbaik atau selalu lakukan yang terbaik. Namun MJ mempelajari hal ini dari ayahnya dan dari pelatihnya di North Carolina, Dean Smith. Smith mengingatkan MJ, pertandingan dimenangi oleh defense (pemainan bertahan) yang baik. Oleh karena itu MJ melatih pertahanannya dan akhirnya menjadi pemain defense terbaik NBA.
Setiap pertandingan dan setiap waktu berlatih adalah kesempatan untuk mengasah dan menghilangkan kelemahan permainannya. Dia tak pernah mau menerima kekurangan, Selalu ada tempat untuk lebih berusaha. ”Saya membayangkan apa yang ingin saya capai, saya tahu dengan pasti tujuan saya.”, kata MJ

Kata MJ di saat latihan: ”Saya memainkan pertandingan itu dalam pikiran saya dan memetik apa yang saya bisa. Saya memikirkannya sebentar, lalu saya lepaskan. Saya punya cukup kekuatan mental untuk menyingkirkannya”
Perlu dicatat disini bahwa: setiap tembakan yang dilakukan MJ dilatar belakangi oleh latihan yang keras. Meskipun demikian, presentase tembakannya yang masuk hanya sedikit diatas lima puluh persen. Artinya separuh waktu dia gagal, bahkan kadang kegagalan itu terjadi pada saat yang penting, pada akhir pertandingan yang menegangkan.
Namun, selalu ada lain kali. MJ memiliki cukup ketabahan untuk menanggalkan perasaan gagal, untuk mencoba lagi. Untuk menyadari bahwa takdir bukan ditentukan oleh kita sendiri.

Kisah Awal masuk Chicago Bulls
Pada tahun 1984, seusai bermain di Olimpiade, MJ memasuki pentas NBA dengan bekal kemampuannya cukup bagus. MJ sempat menjadi rebutan tiga club basket besar, yaitu Rockets, Trail Blazers, dan Chicago Bulls. Dan setelah mempertimbangkannya, MJ lebih memilih Chicago Bulls sebagai clubnya.

MJ mendaftarkan diri ke Chicago Bulls sebagai pemain baru.
Semua pemain senior mengira dia pasti lelah dan tak sanggup berlari. Dia memulai putaran latihan dengan mengalahkan para seniornya dalam berlari dan melompat. Minggu kedua bahkan dia berlari lebih cepat dan melompat lebih tinggi. Pertengahan musim, dia melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Dia ingin membuktikan kepada semua orang bahwa dia istimewa, dan itu benar. MJ memang pemain yang sangat istimewa. Aliran deras adrenalin itulah yang dibutuhkan agar kita dapat melakukan yang terbaik. Membuat kita merasa seolah-olah mampu terbang tanpa sayap.
Pada pertandingan pertamanya dalam NBA, MJ dan timnya (Chicago Bulls, red) mampu mengalahkan tim Caltics asal Boston. Dalam pertandingan tersebut, Mike mampu memberikan skor pada Chicago Bulls 63 points.
Kisah lain yang cukup mengesankan adalah di tahun 1998. MJ berkata kepada reporter sebelum musim NBA mulai, "Kalau tidak ada tantangan, rasanya saya tidak bisa menunjukkan kepiawaian saya".
Bahkan, pernah ketika pelatih dari New York Knick mengejeknya bahwa Jordan berusaha berbaik-baik dengan pemainnya untuk mendapatkan keuntungan di lapangan. Jordan begitu terbakar semangatnya, sehingga dia melumatkan the Knicks dengan kemenangan telak unggul 53 skor. Sebuah skor kemenangan yang fantastis.
Di bidang apa pun, para pahlawan dan orang-orang sukses menjadi saksi pentingnya fighting spirit ini. Tunjukkan bahwa kita tidak menerima begitu saja kritikan dan cercaan orang pada apa yang kita lakukan. Bahkan tunjukkan kita bisa memberikan hasil yang terbaik.
Jangan pula gampang menyerah sebelum pertandingan betul-betul usai. Selama masih ada waktu, kita masih punya peluang untuk meraih kemenangan dalam diri kita. Itulah yang kita pelajari dari MJ.

Atlet yang sempurna
MJ adalah salah satu manusia paling sempurna fisiknya yang pernah diciptakan Tuhan. Barangkali anda tak akan pernah menemukan atlet yang demikian sempurna secara fisik. MJ berwajah sangat tampan, walaupun berkulit hitam legam MJ memiliki kecakapan olahraga yang mengagumkan. Sekedar contoh dia sangat terkenal dengan lompatan jauhnya. Menurut beberapa orang, seandainya kecakapan ini dilatih terus, bukan tidak mungkin dia akan memecahkan rekor dunia lompat jauh.
Olah raga apapun yang ditekuni MJ, dia tak akan pernah menjadi atlet yang biasa-biasa. Ini dibuktikan ketika dia mencoba beberapa cabang olah raga selain basket, misalnya: bisbol. Dalam olahraga yang cukup populer di Amerika ini, MJ mencatat prestasi, walaupun timnya baru tercatat dalam kompetisi liga kecil. Dalam golf, handicap Mj juga kecil. Jangan heran juga kalau MJ bisa bermain pingpong, permainan yang biasanya didominasi oleh atlet asia. Dengan semua prestasi itu, rasanya tidak berlebihan jika MJ dijuluki atlet terbaik di planet ini. Itu semua tidak lepas dari semboyan MJ: Jika anda melakukan sesuatu, sejak awal lakukan yang terbaik.
”Just do it. Do the best, in the first time.”

Atlet yang sempurna
MJ adalah salah satu manusia paling sempurna fisiknya yang pernah diciptakan Tuhan. Barangkali anda tak akan pernah menemukan atlet yang demikian sempurna secara fisik. MJ berwajah sangat tampan, walaupun berkulit hitam legam MJ memiliki kecakapan olahraga yang mengagumkan. Sekedar contoh dia sangat terkenal dengan lompatan jauhnya. Menurut beberapa orang, seandainya kecakapan ini dilatih terus, bukan tidak mungkin dia akan memecahkan rekor dunia lompat jauh.
Olah raga apapun yang ditekuni MJ, dia tak akan pernah menjadi atlet yang biasa-biasa. Ini dibuktikan ketika dia mencoba beberapa cabang olah raga selain basket, misalnya: bisbol. Dalam olahraga yang cukup populer di Amerika ini, MJ mencatat prestasi, walaupun timnya baru tercatat dalam kompetisi liga kecil. Dalam golf, handicap Mj juga kecil. Jangan heran juga kalau MJ bisa bermain pingpong, permainan yang biasanya didominasi oleh atlet asia. Dengan semua prestasi itu, rasanya tidak berlebihan jika MJ dijuluki atlet terbaik di planet ini. Itu semua tidak lepas dari semboyan MJ: Jika anda melakukan sesuatu, sejak awal lakukan yang terbaik.
”Just do it. Do the best, in the first time.”

Cara MJ mengatasi sisi Kelemahannya
Pada awal di NBA tahun 1985, MJ sudah dikenal dengan julukan sebagai Rokies of the years (Pendatang baru terbaik). Namun MJ masih ada beberapa kelemahan yang dimilikinya. MJ punya kebiasaan untuk menerima masukan dari para pelatihnya. Suatu hari MJ mengajak pelatihnya Ray William ke tepi lapangan dan bertanya, ”Pak pelatih, apa yang harus saya lakukan agar bisa menjadi lebih baik?”. Saat itu tak ada pemain yang berlatih sekeras MJ.
Setiap tahun, MJ akan menghabiskan musim libur dengan melatih sisi-sisi kelemahan dirinya sehingga pada musim pertandingan, dia akan siap menghadapi kelelahan, rasa sakit, dan penyakit. MJ memperbaiki cara mengolah bola dan dia menjadi defense terbaik dan menjadi anggota tim utama defense NBA.
Dia memperbaiki lemparannya, berlatih lebih lama dengan menantang para pelempar jauh. Hasilnya MJ memenangkan kontes tiga angka NBA All-star.
Untuk menghadapi pemain yg lebih kuat, MJ melatih fisiknya hingga MJ bisa bermain prima pada saat paling melelahkan sekalipun. Terbukti walaupun dalam kondisi sakit demam, dengan tubuh menggigil, namun dia berhasil mengambil peran membuat Bulls memenangkan pertandingan.

Prestasi MJ di dunia Basket
Berikut Sederet prestasi dan penghargaan yang telah diraih MJ di NBA:
1.
NBA World Champion: 1991, 92, 93, 96, 97, 98 (6 cincin kejuaraan)
2. NBA Rookie of the Year: 1985
3. NBA All Rookie Team: 1985
4. All NBA First Team: 1987, 88, 89, 90, 91, 92, 93, 96, 97, 98
5. NBA Defensive Player of the Year: 1988
6. All NBA Defensive First Team: 1988, 89, 90 ,91, 92, 93, 97, 98
7. NBA MVP: 1988, 91, 92, 96, 98
8. NBA Finals MVP: 1991, 92, 93, 96, 97, 98
9. NBA Slam Dunk Champion: 1987, 88
*MVP: Most Valuable Player
*Rookie: Pendatang baru

Kata MJ tentang topik ini:
”Saya selalu menganggap tempat latihan sebagai tempat pembuktian, terutama kepada penggemar dan masyarakat. Mereka mungkin pernah melihat permainan saya di televisi atau membaca tulisan tentang saya dan mengira sudah mengetahui tentang saya. Saya ingin mereka tahu bahwa itu semua bukan sekedar gosip atau kabar burung. Saya ingin mereka tahu bahwa itu semua lahir dari kerja keras. Setiap kali saya memasuki lapangan pertandingan, meskipun saya sudah berada di puncak, saya selalu merasa harus membuktikan sesuatu, bahwa saya bisa terus lebih baik lagi.”
Tidak ada batasan bagi MJ, seberapa baik dia harus capai prestasinya. Kalau Anthony Robbins menyebutnya sebagai CANI. Constant And Never ending Improvement. Terjandinya pertumbuhan secara konstan, terus menerus tanpa akhir. Kalau perusahaan di Jepang, menyebutnya dengan istilah “kaizen”.

Point Penting untuk topik ini:
MJ selalu berusaha mengubah sisi kelemahannya menjadi sisi kekuatannya. MJ memiliki kualitas yang sangat jarang dimiliki orang lain, keinginan untuk selalu membuktikan seberapa baik yang dia bisa capai. Meskipun MJ telah mencapai sukses dengan 6 cincin kejuaraan, dia tak pernah merasa puas. MJ selalu ingin mendapatkan lebih, dengan selalu melakukan yang terbaik. Sehingga jangan pernah ditanya mengapa dia masih mau bertanding setelah memenangi kejuaraan kelima NBA pada tahun 1997. Karena, MJ masih merasa bisa menjadi lebih baik lagi. Bahkan semangat MJ mendapat julukan sebagai ”ambisi baja” atas keuletan semangatnya yang luar biasa.
Apapun bisnis anda, apapun profesi anda dan apapun karir yang sedang anda tekuni saat ini, ingatlah selalu pesan berikut ini: ”Kalau anda tidak bisa menjadi yang pertama, maka selalu jadilah yang terbaik di bidang anda.”
* Semoga Anda mendapat manfaat kisah Michael Jordan ini.

Baca Selengkapnya...

Rahasia #14 : Berilah teladan yang positip bagi semua orang, dari setiap apa yang anda lakukan walaupun itu cuma 30 detik saja

Diposting oleh Unknown di 02.10 0 komentar

Dengan merefleksikan apa yang dilakukan MJ di lapangan basket, kita bisa menemukan berbagai sikap MJ yang bagus untuk diteladani. MJ tidak pernah berpuas diri walaupun sudah menjadi juara. Dia terus-menerus berlatih, dan menjaga diri walaupun sudah mencapai tingkat maha bintang. MJ juga seorang yang sangat sportif, tidak pernah sekalipun bermain curang.



Tidak ada kata menyerah bagi MJ

MJ selalu bersikap all out di lapangan. Pada deti-detik terakhir, sering MJ tetap mampu mempercayai teman-teman satu timnya dan melakukan assist. Pengendalian diri MJ memang sangat luar biasa. MJ tahu persis, kapan harus meminta bantuan teman-temannya. Dan kapan harus melakukannya sendiri demi memenangkan pertandingan. Sebaliknya semua teman-temannya percaya kepada MJ.

Semua penggemar basket tentu selalu ingat bahwa dalam final-final NBA, bahkan ketika timnya hampir kalah, tidak akan pernah ada kata menyerah dalam kamus MJ. Sebelum detik terakhir, sebelum peluit wasit mengakhiri permainan. MJ akan melakukan semuanya. Kalau temannya tidak bisa, MJ akan melakukannya sendiri. Misalnya dengan menyebabkan orang melakukan fault atau melakukan lemparan tiga angka.

Ada banyak sekali kisah keteladanan MJ, seperti yang sudah diungkapkan dalam tulisan ini, tapi pada intinya MJ adalah seseorang yang sangat kompetitif, sportif, memiliki jiwa kepemimpinan dan manajemen diri yang mendatangkan rasa hormat pada siapa pun juga.

MJ jelas memberi pengaruh sangat besar pada NBA. Orang bilang, dengan kembalinya MJ, NBA menjadi lebih semarak dari sebelumnya. Pecinta Basket sangat merindukan tatkala MJ mengundurkan diri, nyata bahwa NBA agak melemah. Dan ketika MJ masuk kembali, NBA naik kembali oleh karena daya magnet MJ yang begitu besar. Jatuh bangun NBA tampaknya memang banyak dipengaruhi oleh MJ.

Rasa hormat MJ juga kepada dua figur yang memberi hukuman terhadap banyak atlit, yaitu wasit dan media.

Seperti kepada Joe Fall, penulis olahraga yang telah berkarir selama 50 tahun di Detroit. Usianya sekitar 70 tahun dan sebelumnya tidak pernah bertemu dengan MJ. Saat itu di final NBA 1993. Ketika itu Falls mendapati MJ tengah menuju ruang ganti. ”Lihat rambut putih ini, anda harus berbicara kepada saya.” kata Falls. MJ tersenyum lebar dan melayani wawancara dengan Falls. Setelah wawancara Falls langsung jabat tangan MJ dan pergi, bahkan tidak ingat untuk memberi tahu namanya. Satu tahun kemudian, Falls pergi ke White Sox. Sekelompok media telah berkumpul di depan ruang ganti. Saat Falls menuju kamar kecil, MJ melihatnya dan menyapanya, Hai Joe Falls, apa yang kamu lakukan di sini, sapa MJ. Dan Joe Falls pun mendapat wawancara pribadi yang ekslusif dengan MJ.

MJ juga menjaga hubungan baiknya dengan para wasit, seperti yang dilakukannya dengan media. Pada akhirnya MJ mengembangkan relasi penuh humor dengan para wartawan, wasit pertandingan yang dikenalnya dengan baik. Sehingga saat berada di arena stadium, MJ dapat berjalan masuk sambil berkata, ”Hai, jelek,” kepada seorang wartawan yang dikenalnya. MJ juga kerap menggoda para wasit selama pertandingan tersebut. Sehingga MJ dapat berbicara kepada mereka dengan jujur.

Point penting untuk topik ini:
Tidak hanya sempurna di lapangan, terdorong semangat melayani masyarakat, MJ selalu ingin tampil sempurna di depan umum. Itulah alasan MJ tampil seratus persen necis saat keluar dari ruang loker, lengkap dengan setelan jas italia dan wangi parfum yang merebak saat harus melayani penggemarnya. Tak akan ada orang yang melihat MJ berpenampilan buruk, walaupun hanya sebentar dia terlihat publik.


Baca Selengkapnya...

Rahasia #15 : Komitmen individu terhadap perjuangan dan Tim

Diposting oleh Unknown di 02.09 0 komentar

Jika Anda punya komitmen terhadap sesuatu, Anda tidak punya dalih apa pun kecuali mencapai tujuan anda.


MJ bukan hanya pemain yang hebat dan melegenda. MJ memiliki komitmen dan sejumlah aturan yang diterapkan pada dirinya sendiri, sehingga menyatu dengan dirinya. Komitmen itu yang menjadikan MJ memiliki karakter seperti saat ini.

Komitmen apa yang dimiliki oleh MJ?

* Komitmen terhadap disiplin diri
Banyak kisah komitmen MJ yang membuat banyak orang kagum, terutama saat kondisi sakit yang sering dialami MJ. Namun MJ tetap berkomitmen meneruskan dan memenangkan pertandingan.

Ada satu cerita dari ayah MJ tentang hal ini. Suatu hari, MJ menderita kejang urat punggung yang sangat parah hingga harus dipapah saat keluar dari bus. Namun malam itu dia mencetak 40 point. John Hefferon, dokter Bulls, sering menjumpai ayah MJ. James Jordan sering menanyakan kondisi putranya hari itu. Hefferon menjelaskan, MJ sedang tidak enak badan, terkena flu dan sakit perut. Lalu kata James Jordan, ”Itu berarti, Michael bisa bermain bagus malam ini. Dan biasanya James Jordan benar.

Apa kata MJ tentang hal ini?
”Saya tidak akan pernah menyerah, betapapun sakitnya, betapapun lelahnya, betapapun lemahnya. Saya merasa bertanggung jawab atas tim say, kota Chicago, telah memberikan yang terbaik....”

* Komitmen terhadap tim
MJ tidak pernah ingin pindah ke tim lain, itulah komitmen MJ terhadap Chicago Bulls. Yang dibutuhkan MJ adalah para pemain disekelilingnya yang mau melakukan pengorbanan yang sama dan mengikuti satu visi. Ini semua memerlukan waktu. Karang seluruh pemain secara-bersama-sama memegang janji di kala susah, tidak mudah ditemukan.

Seperti dikatakan oleh penulis dan pembicara terkenal, John C. Maxwell, ”Tidak pernah ada tim yang bisa mencapai hasil luar biasa tanpa komitmen total terhadap tujuan yang sama.”

* Komitmen keunggulan untuk menang
Tidak dapat dipungkiri, keberhasilan Chicago Bulls dan MJ, adalah juga berkat peran sang pelatih, Phil Jackson yang berhasil menciptakan sebuah sistem yang kompak. Phil sadar bahwa sistem itu harus membuat seluruh tim memiliki komitmen, setia dan percaya. Kembali pada musim 1989-90, sistem yang dia gunakan adalah sistem penyerangan 3 post. MJ tidak bisa menerima sistem ini. Sistem ini tidak mudah bagi MJ, karena MJ harus berbagi bola, mempercayai rekan-rekan satu tim dan membiarkan mereka yang memasukkan bola. Namun perlahan-lahan sistem ini berjalan, dan hasilnya pertengahan musim, Bulls memenangi 24 dari 27 pertandingan.

Apa yang dikatakan Phil Jackson:
”Saya harus menegaskan pada MJ, agar kita menjadi juara, dia harus mau berbagi bola. Dia harus berbagi panggung, dia harus berbagi kehebatan dengan rekan-rekan setimnya.

Namun adanya sistem ini tidak mempengaruhi rasa hormat para pemain terhadap MJ. Seperti yang dikatakan Horace Grant, ”Di lapangan, anda harus menjadi satu kesatuan. Ketika bermain bersama MJ, anda harus mengesampingkan ego. Dialah bintang utamanya. Bagi saya itu tidak sulit, karena saya senang menjadi juara.”


* Komitmen melakukan perbaikan & menuntaskan
pertandingan
Seperti yang pernah saya tulis di serial sebelumnya, MJ tidak pernah menoleransi kegagalan. Setiap kegagalan adalah sarana untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuannya.

Arti komitmen menurut Kenneth Blanchard:

”Jika Anda berminat terhadap sesuatu, anda mungkin mengerjakannya karena itu menyenangkan. Tapi jika anda punya komitmen terhadap sesuatu, anda tidak punya dalih apa pun kecuali mencapai tujuan anda.


Baca Selengkapnya...

Rahasia #16 : Pemimpin yang baik, bukan hanya layak untuk diikuti orang lain, pemimpin yang baik harus menciptakan banyak pemimpin baru

Diposting oleh Unknown di 02.08 0 komentar

Pemimpin itu diciptakan, bukan dilahirkan. Pemimpin diciptakan melalui kerja keras, suatu harga yang harus dibayar oleh setiap orang untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. (Vince Lombardi)

Figur seorang pemimpin di dalam pentas NBA, tetap diperlukan dari seorang bintang. Ini nampaknya yang dirasakan usai MJ mengundurkan diri. NBA mengalami sendiri bagaimana kepemimpinan ini mempengaruhi aktivitas di NBA. Saat itu liga NBA terseok-seok, penjualan tiket dan rating televisi menurun, sinar para pemain bintang memudar. Sehingga popularitas NBA turun drastis. Memang ada beberapa bintang besar yang masih perkasa di NBA. Namun harus diakui oleh semua pihak, ternyata Michael Jordan lah pemimpin di NBA.


MJ-lah yang ada di iklan-iklan, MJ-lah yang melakukan promosi, MJ-lah yang terpampang di sampul majalah. Berkat MJ, seragam tim, topi, tiket terjual laris, dan rating televisi pun naik. MJ tidak hanya menyebabkan lakuknya tiket di Chicago, tetapi juga di New York, Cleveland, Milwaukee, dan Los Angeles.


MJ memiliki kemampuan istimewa untuk memimpin team dan NBA. Dan MJ sadar akan beban yang berada di pundaknya di percaya banyak pihak menjadi pemimpin di NBA. Anda yang gemar nonton basket, pasti setuju bahwa pengaruh MJ di NBA begitu besarnya. Tentunya posisi MJ sangat sulit digantikan, namun MJ sadar bagaimana menyiapkan dirinya menghadapi semua itu.


Visi memang tidak mudah untuk dijelaskan.
Berikut mari kita belajar pada Arthur Schlesinger, seorang ahli sejarah berpendapat tentan visi:

”Pemimpin besar adalah orang yang memilikis visi. Dia memiliki insting untuk melihat ke masa depan... kemampuan untuk memberi arah... dalam mencari tempat tujuan bersama. Untuk meyakinkan, dia memenangi hati semua pengikutnya.”


Dan benarnya itulah yang dialami dan dilakukan oleh MJ.
MJ memenangi hati setiap orang
Dia berkata, “Saya adalah yang terbaik di NBA.” Dan dia membuktikan dia yang terbaik. MJ memenangi hati para rekan setimnya, pelatihnya dan Chicago Bulls. MJ memenangi hati para penggemarnya, sponsornya. Singkat kata MJ memenangi hati semua orang yang mencintai NBA.


Siapa Pengganti Michael Jordan?
Selepas era Michael Jordan, praktis NBA mengalami kekosongan kepemimpinan di lapangan. Untuk mengembalikan kejayaan NBA, Sang Komisioner David Stern berusaha menemukan seorang ikon NBA yang baru. Prestasi dan kepemimpinan MJ telah menginspirasi para pemain NBA untuk mengikuti jejak MJ. Dan kini telah lahir.
Jordan-jordan baru. Sebut saja Kobe Bryant, LeBron James, Carmelo Anthony, ataupun Dwayne Wade jadi model The New Jordan. Setelah era Jordan berakhir, Bryant disebut-sebut sebagai The Real New Jordan. Kebetulan Bryant muncul beberapa musim setelah era Jordan berakhir. Apalagi, Bryant pun ditangani Phil Jackson yang sukses besar bersama Bulls dan Jordan dengan enam trofi juara NBA. Pun karena Bryant punya tandem maut, Shaquille O’Neal. Kolaborasi mereka menghadirkan tiga trofi juara NBA 2000-2002 bersama Lakers.


Harapan penggemar Michael Jordan kembali bersemi menyambut musim NBA 2003-2004. Tak lain karena kehadiran Draf teratas LeBron James, serta Carmelo Anthony (3rd). LeBron yang diambil Cleveland Cavaliers pun identik dengan Bryant karena masuk ke NBA lewat jalur khusus, langsung dari high school alias tanpa lewat college (tampil di NCAA). Kebintangan LeBron telah bersinar sejak berada di Akron, Ohio. Saat itu pula Carmelo yang jadi hak Denver Nuggets sedang bersinar di kampus Syracuse. Catatan poin LeBron pun sempat mengungguli Jordan, sang idola, di dua musim awal di NBA.


Nasib Dwyane Wade yang diambil Miami Heat lebih baik dibanding dua rookie seangkatannya itu. Wade mendapatkan tandem serasi, Shaquille O’Neal. Hubungan O’Neal dan Wade pun tampak mesra dibanding saat bersama Bryant di Lakers. O’Neal sukses membimbing Wade sekaligus mengasahnya menjadi tandem mematikan. Wade pun dibimbing oleh para veteran seperti Gary Payton, Antoine Walker, serta Alonzo Mourning. Tak ketinggalan peran sutradara bertangan dingin, Pat Riley di belakang sukses Heat jadi kampiun NBA 2005-2006.


Seusai membuktikan kapasitasnya musim lalu, Wade pun mulai disebut-sebut sebagai The New Jordan. Peluang kesana sangat besar baginya. Tak lain karena kepastian para veteran itu untuk tetap tinggal di Heat.
Mungkin, predikat yang paling tetap bagi Wade untuk saat ini adalah “The New Jordan in The Making.”

Michael Jordan Tak tergantikan
Yah… menjadi pengganti MJ itu bagaikan mencari seorang pemain bola sekaliber Diego Maradona diatara 100 pemain tennis. Hampir sesuatu yang tidak mungkin. Banyak orang akhirnya sadar bahwa sosok pria yang baru saja kita baca kisahnya ini, tidak tergantikan. Ada beberapa pemain masa depan seperti yang saya ceritakan diatas, yang jago bermain basket, hebat dalam memasukkan bola, memenangkan setiap pertandingan. Namun apakah dia pengganti Michael Jordan? Menurut saya masih belum. Karena hal2 yang dilakukan oleh MJ sungguh luar biasa. Dia adalah pemimpin, dia juara, panutan, idola juga teladan bagi anak-anak, motivator, pubic figur yang mendunia, dan juga sebagai teman satu tim yang mengagumkan. Bagaimana pendapat anda?

Baca Selengkapnya...
PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner